SAMPIT – Personel Ditpolairud Polda Kalteng terus memperkuat keamanan wilayah perairan melalui pendekatan persuasif, hal itu terlihat pada hari Selasa 24 Februari 2026, personel yang bertugas di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mentaya menggelar aksi sambang masyarakat untuk memberikan edukasi terkait bahaya terorisme dan paham radikalisme anti-Pancasila.
Kegiatan ini bertujuan untuk membentengi warga pesisir agar tidak mudah terpapar ideologi ekstrem yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, personel menyampaikan bahwa partisipasi aktif masyarakat adalah kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Masyarakat diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dini dan mencegah penyebaran paham radikalisme di lingkungan masing-masing,” ujar Dirpolairud Polda Kalteng, Kombes Pol. Dony Eka Putra mewakili Kapolda Kalteng, Irjen Pol. Iwan Kurniawan.
Polisi yang akrab disapa Dony itu juga mengingatkan soal pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pemahaman agama dan kebangsaan yang moderat adalah penawar terbaik melawan terorisme.
Beberapa poin utama yang disampaikan dalam edukasi tersebut seperti, mengenali ciri-ciri penyebaran paham radikal di lingkungan sekitar, memfilter informasi yang bersifat provokatif dan memecah belah dan menjadikan pancasila sebagai landasan utama dalam bermasyarakat.
Melalui edukasi ini, Ditpolairud berharap kesadaran kolektif masyarakat DAS Mentaya meningkat, sehingga wilayah Kalimantan Tengah tetap kondusif dan bebas dari ancaman terorisme.
Personel di lapangan juga mengajak warga untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan aktivitas mencurigakan yang mengarah pada tindakan radikal.(im/bs)












