PALANGKA RAYA – Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Leonard S. Ampung, menyebutkan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) perlu segera diprogramkan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau tahun 2026 yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Diseminasi Prediksi Musim Kemarau Tahun 2026 di wilayah Kalimantan Tengah yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Senin, 9 Maret 2026.
Menurut Leonard, langkah antisipatif perlu dipersiapkan sejak dini agar dampak musim kemarau dapat diminimalkan, khususnya terkait potensi terjadinya karhutla di sejumlah wilayah.
Ia menjelaskan, berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2026 diperkirakan datang lebih awal dengan kondisi curah hujan yang cenderung berada di bawah normal atau lebih kering.
Selain itu, awal musim kemarau diprediksi dimulai pada akhir Mei dengan puncaknya terjadi pada Agustus hingga Oktober. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh potensi fenomena El Nino yang dapat meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah.
“Operasi Modifikasi Cuaca perlu segera diprogramkan sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi potensi dampak musim kemarau, khususnya terkait kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Leonard juga menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan sejak dini melalui koordinasi yang kuat antarinstansi, baik pemerintah pusat maupun daerah, serta dukungan dari TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat.
Selain itu, ia juga mendorong agar penetapan status kedaruratan dapat dilakukan lebih awal sehingga dukungan sumber daya dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta mekanisme pergeseran anggaran dapat segera diproses apabila diperlukan.
Melalui upaya tersebut, pemerintah daerah berharap penanganan potensi karhutla di Kalimantan Tengah dapat dilakukan secara lebih terencana dan terpadu.
Leonard menegaskan bahwa kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya bencana kabut asap di wilayah Kalimantan Tengah.
“Dengan sinergi yang kuat, kita dapat mengantisipasi potensi karhutla sejak dini dan menjaga Kalimantan Tengah tetap bebas dari kabut asap,” pungkasnya.
(Sya'ban)












