PALANGKA RAYA – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah menargetkan penyaluran bantuan pangan dari pemerintah pusat kepada masyarakat dapat diselesaikan pada Maret 2026. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Kepala Kanwil Bulog Kalimantan Tengah, Budi Sultika, menjelaskan bahwa Bulog berperan menyiapkan serta menyalurkan komoditas bantuan, sementara kebijakan terkait program tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.
“Bulog bertugas menyediakan dan menyalurkan barang bantuan. Untuk beras medium disiapkan oleh Bulog, kemudian didistribusikan hingga ke tingkat desa,” ucap Budi Sultika, saat menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Pangan Presiden sekaligus Gerakan Pangan Murah kepada masyarakat, Kamis 12 Maret 2026.
Dalam proses penyalurannya, Bulog bekerja sama dengan pemerintah desa dan kelurahan serta berbagai unsur di masyarakat. Distribusi bantuan juga melibatkan tenaga kesejahteraan sosial seperti Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Program Keluarga Harapan (PKH), serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).
“Penyaluran dilakukan langsung ke desa–desa dengan melibatkan perangkat desa dan tenaga sosial masyarakat agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang berhak,”tambahnya.
Pihaknya berupaya agar proses penyaluran bantuan dapat diselesaikan dalam bulan Maret. Namun, penyaluran diperkirakan belum seluruhnya rampung sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Targetnya kami upayakan selesai pada bulan Maret. Namun kemungkinan tidak seluruhnya selesai sebelum Lebaran karena waktu yang cukup terbatas, serta ada beberapa wilayah yang cukup jauh dan memerlukan upaya khusus dalam proses distribusinya,” lanjutnya.
Untuk setiap penerima bantuan pangan, masyarakat mendapatkan paket berupa 20 kilogram beras serta 4 liter minyak goring dan berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik sesuai dengan kebutuhan.
“Bantuan pangan ini merupakan bentuk perhatian dari Bapak Presiden kepada masyarakat Kalimantan Tengah. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Selain membantu masyarakat, program bantuan pangan juga diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi. Dengan adanya bantuan pangan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi stimulus bagi perekonomian,” ungkapnya. (yud)












