PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mendorong pemerataan akses pendidikan melalui berbagai program bantuan bagi pelajar dan mahasiswa, khususnya yang berasal dari wilayah terpencil.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Muhammad Reza Prabowo menegaskan bahwa program bantuan pendidikan yang digagas pemerintah daerah bertujuan memastikan anak-anak di pelosok tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Harapan kita, program ini benar-benar menyentuh anak-anak di wilayah terpencil. Jangan sampai ada lagi lulusan SMA yang pintar tetapi berhenti sekolah hanya karena faktor biaya,” ujarnya saat ditemui di Palangka Raya, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurut Reza, pemerintah provinsi telah menyiapkan sejumlah program bantuan pendidikan, mulai dari sekolah gratis hingga kuliah gratis melalui program Satu Rumah Satu Sarjana yang terintegrasi dalam Kartu Huma Betang Sejahtera.
Program tersebut dirancang untuk membantu keluarga kurang mampu agar tetap bisa menyekolahkan anak-anaknya tanpa terkendala biaya pendidikan.
Ia menjelaskan, skema bantuan tidak hanya menyasar mahasiswa, tetapi juga pelajar tingkat SMA yang berasal dari keluarga prasejahtera.
Berdasarkan pendataan Dinas Pendidikan, terdapat sekitar 37.000 peserta didik di Kalimantan Tengah yang masuk kategori tidak mampu dan menjadi sasaran program bantuan sekolah gratis.
Dari jumlah tersebut, sekitar 17.000 siswa telah terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Kementerian Sosial.
Meski demikian, pemerintah provinsi memastikan seluruh siswa yang telah terdata tetap akan memperoleh bantuan pendidikan sesuai kebijakan yang diarahkan oleh gubernur.
Selain itu, pemerintah daerah juga menggandeng berbagai perguruan tinggi untuk mendukung program kuliah gratis bagi mahasiswa asal Kalimantan Tengah.
Beberapa kampus yang telah menjalin kerja sama di antaranya adalah Universitas Palangka Raya, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Universitas Islam Negeri Palangka Raya, Universitas Kristen Palangka Raya, serta Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.
Reza berharap dukungan berbagai pihak tersebut dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi muda di daerah terpencil untuk mengenyam pendidikan tinggi.
“Yang kita inginkan adalah anak-anak Kalteng, khususnya dari wilayah terpencil, tetap punya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
(Sya'ban)












