PALANGKA RAYA – Perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025 dengan pertumbuhan mencapai 4,80 persen, meningkat 0,32 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 4,46 persen.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, dalam Rapat Paripurna ke-3 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026 yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalteng, baru-baru ini.
Edy menyebutkan, pertumbuhan ekonomi tersebut turut memberikan kontribusi sebesar 12,56 persen terhadap perekonomian regional Kalimantan.
Menurutnya, peningkatan ini tidak terlepas dari membaiknya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, yang naik dari lebih dari Rp222,9 triliun pada 2024 menjadi lebih dari Rp241,1 triliun pada 2025.
Ia menjelaskan, struktur perekonomian Kalteng masih didominasi oleh beberapa sektor utama. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 22,93 persen.
Selanjutnya, sektor industri pengolahan berkontribusi sebesar 16,60 persen, disusul perdagangan besar dan eceran termasuk reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 12,64 persen, serta sektor pertambangan dan penggalian sebesar 9,88 persen.
Secara keseluruhan, keempat sektor tersebut menyumbang 62,05 persen terhadap total perekonomian Kalimantan Tengah.
“Ekonomi Kalimantan Tengah tahun 2025 secara kumulatif menunjukkan perbaikan dengan pertumbuhan sebesar 4,80 persen, naik dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan PDRB ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin kuat di berbagai sektor,” ujar Edy.
Pemerintah daerah menilai capaian ini menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi di Kalteng terus bergerak ke arah yang lebih baik, meskipun tetap perlu diperkuat melalui diversifikasi sektor dan peningkatan nilai tambah.
(Sya'ban)












