SAMPIT – Krisis dan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menuai sorotan.
Kali ini, warga mempertanyakan sikap kalangan mahasiswa yang dinilai belum menunjukkan kepedulian terhadap persoalan yang sedang dirasakan langsung masyarakat.
Tokoh masyarakat di Kabupaten Kotim Benny BU Jangking menilai mahasiswa saat ini berbeda dengan generasi mahasiswa era 2000-an yang menurutnya lebih peka terhadap persoalan publik.
“Mahasiswa tahun 2000-an itu lebih sensitif terhadap persoalan masyarakat. Ketika ada masalah yang menyentuh rakyat, mereka cepat bersuara,” ujarnya, Jumat 8 Mei 2026.
Ia menegaskan masyarakat bukan tidak mendukung aksi-aksi mahasiswa, termasuk demonstrasi yang selama ini dilakukan untuk mendesak aparat penegak hukum (APH) menangani berbagai kasus. Namun menurutnya, persoalan BBM yang kini terjadi justru jauh lebih dirasakan masyarakat luas.
“Kita bukannya tidak mendukung mereka demo mendesak APH dan lain sebagainya. Tapi ada hal yang lebih penting dan benar-benar dirasakan masyarakat sekarang, justru mereka kami lihat melempem soal BBM ini,” katanya.
Benny mengaku heran karena hingga kini belum melihat adanya sikap ataupun pernyataan dari kelompok mahasiswa terkait kondisi BBM di Kotim yang dinilai sudah sangat meresahkan.
“Sampai hari ini saya tidak melihat setitik pun pernyataan dari oknum mahasiswa itu menyikapi persoalan yang fenomenal saat ini,” tukasnya.
Ia bahkan menilai masyarakat wajar apabila mulai mempertanyakan motif di balik sejumlah aksi demonstrasi yang selama ini dilakukan mahasiswa.
“Maka saya kira masyarakat tidak salah jika menilai aksi-aksi mereka selama ini memang ada kepentingan. Jangan sampai demo-demo itu hanya muncul ketika ada pesanan, ada yang membiayai, atau kepentingan tertentu,” ujar pria yang juga berlatar belakang aktivis ini.
Menurutnya, kondisi antrean panjang di SPBU saat ini bukan persoalan kecil karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, transportasi, hingga pekerjaan warga sehari-hari.
Warga berharap seluruh elemen, termasuk mahasiswa, ikut menyuarakan dan mengawal persoalan BBM agar mendapat perhatian serius dari pihak terkait, jika mereka diam dan sudah tidak ada kepedulian maka generasi saat ini wajar menjadi kekhawatiran di masa mendatang.(BS-1)












