PALANGKA RAYA – PT Pertamina (Persero) menambah distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di Kalimantan Tengah (Kalteng) menyusul tingginya permintaan masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
Sales Area Manager Retail Pertamina Kalteng, Donny Prasetya, mengatakan lonjakan konsumsi paling tinggi terjadi pada BBM jenis Pertamax. Sebagai langkah antisipasi, Pertamina meningkatkan pasokan sebesar 10 hingga 15 persen dari kebutuhan normal harian.
“Sebagai antisipasinya kami sudah menambahkan yaitu 10 sampai 15 persen dari khususnya kebiasaan normal khususnya di Pertamax,” ujarnya saat jumpa pers di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat, 8 Mei 2026.
Menurut Donny, tingginya konsumsi Pertamax menunjukkan animo masyarakat Kalteng terhadap BBM berkualitas cukup besar. “Kami lihat animo masyarakat Kalteng itu sangat membutuhkan minyak yang berkualitas yaitu Pertamax,” katanya.
Ia menjelaskan distribusi Pertamax kini meningkat dari rata-rata normal 150 kiloliter (KL) per hari menjadi sekitar 205 KL per hari.
“Untuk Pertamax untuk saat ini kami menambah 10 sampai 15 persen yang dimana normalnya itu 150 KL perhari, saat ini kami tambah 205 KL perhari, itu salah satu upaya kami untuk menenangkan masyarakat Kalteng karena animonya terhadap BBM Pertamax itu tinggi,” jelasnya.
Selain Pertamax, Pertamina juga memastikan stok Pertalite di wilayah Kalteng dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. “Untuk Pertalite itu tersedia aman, jadi kami pastikan Pertalite juga aman,” tegasnya.
Donny menambahkan ketersediaan Pertalite dan Pertamax saat ini dipastikan aman untuk enam hingga tujuh hari ke depan. Namun, ia menegaskan stok BBM bersifat dinamis karena distribusi terus berjalan secara berkala.
“Kami sampaikan kembali bahwa stok ini juga sifatnya dinamis dan akan berkesinambungan, bukan berarti enam hari akan habis, bukan begitu,” tuturnya.
Sementara itu, untuk BBM jenis Dexlite dan Pertamina Dex, menurutnya kondisi stok tidak sepenuhnya sama dengan Pertalite dan Pertamax.
“Terkait Dexlite, Pertamina Dex, tidak serta merta sama seperti Pertalite dan Pertamax yang bertahan sampai tujuh hari ke depan itu untuk stok,” ucapnya.
Pertamina juga mengungkap penyebab antrean panjang BBM yang terjadi di sejumlah wilayah Kalteng, termasuk Kota Palangka Raya. Menurut Donny, antrean dipicu tingginya masyarakat yang melakukan pengisian BBM secara bersamaan.
“Setelah diidentifikasi mengapa antrean panjang bahwa terjadi pengisian secara bersamaan itu yang menyebabkan antrean panjang, karena banyaknya permintaan,” pungkasnya.
(Sya'ban)












