LAMANDAU – Warga Kabupaten Lamandau bakal merasakan pelayanan publik yang lebih cepat dan sederhana.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, resmi meluncurkan tujuh aksi perubahan yang ditujukan untuk memangkas birokrasi sekaligus mendorong pelayanan pemerintahan berbasis teknologi.
Peluncuran dilakukan saat Coffee Morning Forkopimda bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lamandau yang dirangkai dengan Launching Penerapan Aksi Perubahan Kinerja Organisasi Peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) di Aula BPKPD Lamandau, Jumat 4 Juli 2026.
Rizky menegaskan, tujuh aksi perubahan tersebut bukan sekadar memenuhi kewajiban peserta pelatihan kepemimpinan ASN. Menurutnya, inovasi itu harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Tujuh aksi perubahan ini merupakan wujud komitmen para pejabat administrator untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, pelayanan publik yang semakin berkualitas, pemanfaatan teknologi informasi, penguatan data, peningkatan pendapatan daerah, keamanan pangan, pelayanan kesehatan, hingga penguatan fungsi keprotokolan,” katanya.
Ia meminta seluruh kepala perangkat daerah memberikan dukungan penuh agar inovasi tersebut benar-benar diterapkan. Menurutnya, reformasi birokrasi harus diwujudkan melalui pelayanan yang cepat, mudah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Rizky juga menekankan pentingnya perubahan budaya kerja aparatur sipil negara. ASN dituntut lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu menghadirkan solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian ialah penguatan Portal SADAKALA sebagai fondasi pembangunan berbasis satu data. Menurut Rizky, data yang akurat menjadi dasar penyusunan kebijakan agar pembangunan tepat sasaran.
“Pembangunan yang tepat sasaran harus didukung oleh data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Portal SADAKALA menjadi fondasi penting dalam mewujudkan satu data yang terintegrasi,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Lamandau, Muhammad Irwansyah, berharap seluruh aksi perubahan tidak berhenti sebagai proyek pelatihan, tetapi menjadi inovasi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Yang terpenting adalah implementasinya. Inovasi ini harus benar-benar menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” katanya. (andre)












