SAMPIT – Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kalteng, Kombes Pol Irwan Jaya, menyampaikan belasungkawa atas gugurnya personel Polri saat menjalankan tugas dalam operasi penindakan bandar narkoba di Kabupaten Katingan. Ia juga menegaskan kesiapan Brimob untuk membantu satuan kewilayahan dalam penegakan hukum, termasuk pemberantasan narkoba.
Pernyataan itu disampaikan Irwan saat wawancara usai menghadiri kegiatan penyerahan jabatan dan pengantar tugas Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Kalteng di Mako Batalyon B Pelopor, Jalan Jenderal Sudirman Km 20 Sampit, Minggu 5 Juli 2026.
“Kami mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga korban, baik petugas maupun masyarakat yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut,” ujar Irwan.
Ia menegaskan, Brimob Polda Kalteng memiliki personel dan kemampuan yang siap diterjunkan untuk mendukung jajaran kepolisian di wilayah apabila dibutuhkan dalam pelaksanaan penegakan hukum.
“Sebagai Dansat Brimob, kami siap membackup satuan wilayah dalam melaksanakan tugas penegakan hukum, termasuk pemberantasan narkoba. Kami memiliki tim dan unit-unit yang sewaktu-waktu siap diterjunkan untuk membantu satuan wilayah karena itu merupakan bagian dari tugas kami,” tegasnya.
Irwan juga menyampaikan keprihatinannya terhadap semakin masifnya peredaran narkoba di tengah masyarakat.
“Kami sangat prihatin. Kejadian itu menggambarkan bahwa peredaran narkoba di masyarakat sudah cukup masif,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari masyarakat.
“Peran serta masyarakat sangat diperlukan. Polisi tidak mungkin mampu bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dan partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi maupun membantu upaya pemberantasan narkoba,” pungkasnya.
Diketahui bahwa peristiwa di Katingan sendiri menelan tiga korban jiwa dari anggota Polri. Korban terakhir, Aiptu Sumariyanto, ditemukan meninggal dunia di Sungai Desa Rantau Asem pada Minggu 5 Juli 2026, setelah sebelumnya dinyatakan hilang saat operasi penindakan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei.
Sebelumnya, dua anggota Polri juga gugur dalam operasi tersebut, yakni Aipda Yudhi Perdana Putra dan Bripda Nopandri Ramadhana.
Ketiganya menjadi korban setelah aparat mendapat perlawanan dari sekelompok massa yang menggunakan senjata tajam dan senjata api rakitan ketika melakukan penangkapan terhadap terduga bandar narkoba berinisial BIO.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut. (Nardi)












