PALANGKA RAYA – Jenazah Aiptu Sumariyanto, P.S. Kanit 2 Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat operasi penangkapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kelemei, tiba di RS Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani autopsi, Minggu, 5 Juli 2026.
Pantauan Berita Sampit, jenazah tiba sekitar pukul 13.49 WIB setelah dievakuasi dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan di wilayah Desa Rantau Asem, Kecamatan Katingan Tengah. Sebelumnya, jasad korban ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB.
Suasana duka menyelimuti RS Bhayangkara saat ambulans yang membawa jenazah tiba. Tangis keluarga pecah menyambut kedatangan almarhum, termasuk anak-anaknya yang tak kuasa menahan haru.
Anak kandung Aiptu Sumariyanto, Khanza (16), mengenang ayahnya sebagai sosok yang baik dan selalu memberikan teladan bagi keluarga.
“Ayah sosok yang baik, bisa memberi motivasi dan menjadi teladan,” ujarnya saat ditemui di RS Bhayangkara Palangka Raya.
Khanza mengatakan, setelah proses autopsi selesai, jenazah akan langsung dibawa ke Kabupaten Katingan untuk disalatkan sebelum dimakamkan.
“Setelah autopsi, ayah langsung dibawa ke Katingan, disalatkan di Masjid Al-Ghufron, lalu malam ini langsung dimakamkan,” tuturnya.
Sebelumnya, Aiptu Sumariyanto dilaporkan hilang saat operasi penangkapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kelemei pada Kamis dini hari, 2 Juli 2026.
Dalam operasi tersebut, Aipda Anumerta Yudhie Perdana Putra gugur setelah dibacok saat mengamankan terduga bandar narkoba berinisial BIO.
Bripda Nopandri Ramadhana yang juga sempat hilang ditemukan meninggal dunia pada Sabtu, 4 Juli 2026. Sementara itu, Aiptu Sumariyanto ditemukan meninggal dunia sehari kemudian di DAS Katingan, Desa Rantau Asem.
Hingga kini, polisi telah mengamankan dua terduga pelaku berinisial S alias A dan R. Aparat juga masih memburu BIO, terduga bandar narkoba yang melarikan diri saat penggerebekan berlangsung.
(Sya'ban)












