BUNTOK – Personel Ditpolairud Polda Kalteng terus berkomitmen menjaga kondusivitas di wilayah perairan. Melalui kru Kapal Polisi XVIII-2001, personel Ditpolairud melaksanakan sambang dialogis dan menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada warga pesisir di Buntok Seberang, Kelurahan Buntok Kota, Kabupaten Barito Selatan, Jumat 10 Juli 2026.
Dengan pendekatan yang humanis, para personel kepolisian bertegur sapa dan membaur dengan warga yang sedang beraktivitas serta bercengkrama di pinggir sungai.
Kesempatan ini dimanfaatkan petugas untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga stabilitas keamanan di lingkungan tempat tinggal mereka.
Dirpolairud Polda Kalteng, Kombes Pol. Dony Eka Putra, menegaskan bahwa kegiatan sambang pesisir ini merupakan bagian dari upaya preventif (pencegahan) untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
“Pesan-pesan kamtibmas memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban. Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, lingkungan sekitar masyarakat tetap terjaga dan memberikan rasa aman serta damai bagi semua,” ujar Kombes Pol. Dony Eka Putra.
Dalam dialog tersebut, personel Kapal Polisi XVIII-2001 menyampaikan beberapa poin penting kepada warga, seperti mengajak warga untuk selalu peka dan waspada terhadap situasi lingkungan sekitar.
Agar saling bekerja sama antar warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Mengimbau warga untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian terdekat jika mendapati adanya permasalahan atau aktivitas yang mencurigakan di wilayah mereka.
Kegiatan sosialisasi dan sambang ini mendapat respons serta sambutan hangat dari masyarakat pesisir Buntok Seberang. Warga mengaku merasa lebih aman dan terbantu dengan adanya arahan serta edukasi langsung dari pihak kepolisian.
Selain untuk menjaga ketertiban, kehadiran intensif personel Ditpolairud Polda Kalteng di lapangan ini diharapkan dapat terus mempererat tali silaturahmi dan hubungan emosional antara aparat penegak hukum dan masyarakat, sehingga koordinasi dalam menjaga keamanan perairan dapat berjalan optimal.(im/bs)












