PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, berharap Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah (Kalteng), Linae Victoria Aden, dapat menjadi Sekda definitif.
Harapan itu disampaikannya saat Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Komisi II DPR RI terkait pembahasan RUU tentang Kabupaten/Kota di Kalteng di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 24 Juni 2026.
Saat itu, Zulfikar mengaku baru mengetahui Linae memiliki latar belakang sebagai dokter. Menurutnya, latar belakang tersebut menjadi nilai tambah bagi seorang birokrat yang dipercaya memimpin roda administrasi pemerintahan.
“Saya baru tahu Ibu Sekda ini dokter. Mudah-mudahan jadi Sekda definitif,” ujarnya.
Kini, Linae lolos tiga besar seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekda Kalteng sehingga peluangnya menjadi Sekda definitif semakin terbuka.
Hasil tes asesmen yang digelar di Pusat Penilaian Kompetensi Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, mengerucut menjadi tiga nama.
Selain Linae, dua nama lainnya ialah Kepala Satpol PP Kalteng Baru dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kalteng Farid Wadji.
Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo mengatakan informasi tersebut diterimanya dari Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalteng, Lisda Arriyana.
“Sudah ada tiga nama. Tadi saya di-WhatsApp Ibu Lisda, ada Pak Baru, Pak Farid, dan Ibu Linae,” ujarnya saat ditemui di Best Western Hotel Palangka Raya, Jumat, 10 Juli 2026.
Edy menegaskan pengumuman tersebut disusun panitia seleksi berdasarkan urutan abjad dan tidak menunjukkan peringkat peserta.
“Ini hasil selter dari panitia berdasarkan pengumuman. Abjad nama tidak menunjukkan peringkat,” katanya.
Menurut Edy, hasil seleksi selanjutnya akan diajukan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri dan Sekretariat Negara sebelum Presiden menerbitkan surat keputusan pengangkatan.
“Ini prosedurnya nanti diajukan ke pusat, seperti Kementerian Dalam Negeri dan Sekretariat Negara. Karena SK-nya nanti langsung dikeluarkan oleh Presiden. Itu yang kita tunggu,” jelasnya.
Ia berharap seluruh tahapan seleksi segera rampung sehingga Kalimantan Tengah kembali memiliki Sekda definitif setelah jabatan tersebut diisi Plt maupun Pj sejak 2024.
“Ya kita harapkan begitu. Insya Allah, kita tunggu prosesnya saja,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melantik Linae sebagai Penjabat Sekda Kalteng di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, pada 31 Maret 2026.
Dokter kelahiran Banjarmasin, 17 Juli 1968, itu berkarier di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng. Saat ini, Linae menjabat Kepala DP3APPKB Kalteng, sekaligus Penjabat Sekda Kalteng.
Linae juga menyandang gelar Magister Manajemen Kesehatan (M.M.Kes.) dan mengawali karier sebagai tenaga kesehatan sebelum dipercaya memimpin Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kalteng.
Di bidang kesehatan, Linae pernah dinobatkan sebagai Dokter Terpuji Tingkat Nasional pada 2008 dan masuk dalam daftar 100 Best Doctor versi Asia Campus pada 2009.
Ia juga meraih predikat Wisudawan Terbaik Program Magister Manajemen Kesehatan serta menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya X dan XX Tahun.
(Sya'ban)











