PANGKALAN BUN – Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kotawaringin Barat, Ahmad Elkedri, mengajak seluruh masyarakat Kobar untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah pencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), pasalnya saat ini tengah memasuki musim kemarau.
Menurut Elkedri, saat ini puncak kemarau tengah melanda Bumi Marunting Batu Aji, akibat cuaca panas berdampak munculnya titik panas akibat karhutla, untuk itu masyarakat diharapkan untuk tidak membakar lahan, karena akan berdampak buruk.
“Kejadian karhutla di Kobar mulai meningkat hal tersebut berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, dimana kejadian karhutla mulai meningkat sejak bulan Juli Agustus, hal ini menjadi peringatan kita bersama jangan sampai karhutla menimbulkan kabut asap yang akan mengganggu roda kehidupan kita, bukan saja menggangu kesehatan, jika kabut asap terjadi maka akan mengganggu roda perekonomian juga,” ujarnya.
Untuk itu lanjut Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Kobar, pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, akan tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, tanpa adanya dukungan dari masyarakat maka sosialisasi yang telah diberikan oleh pemerintah perihal larangan membakar hutan dan lahan tidak akan berjalan.
“Kami pun mengapresiasi dari seluruh pihak terkait yang saat ini bahu membahu melakukan penanganan karhutla, petugas dilapangan berupaya keras agar api tidak menyebar lebih luas, hal ini mencegah munculnya kabut asap,” ucapnya.
Lanjut Elkedri, masyarakat harus mematuhi aturan dengan tidak membakar saat membuka lahan, karena tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan saat musim kemarau ini.
“Pada musim panas ini selain menghindari pembakaran juga diharapkan masyarakat saling mengingatkan dan memberikan edukasi kepada lingkungannya masing-masing perihal bahaya karhutla, kesadaran di tengah masyarakat ini sangat penting.
Selain itu, untuk pencegahan karhutla lebih luas, diharapkan juga masyarakat memiliki semangat gotong royong jika ditemukan karhutla dalam skala kecil, sebelum tim tiba di lapangan, masyarakat melalui MPA (Masyarakat Peduli Api) terlebih dahulu terjun melakukan pemadaman.
“Kepedulian masyarakat pun sangat diharapkan, karena keberhasilan menghadapi kejadian karhutla tidak hajya bergantung pada pemerintah daerah dan aparat daja, tetapi juga ditentukan oleh partisipasi aktif dari masyarakat melalui semangat gotong royong,” ungkapnya. (man)











