SAMPIT – Desa yang terletak jauh dari jangkauan tenaga medis, lantaran terbentur alat transportasi seperti Desa Kuluk Telawang, Kecamatan Antang Kalang, ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi desa-desa di Kotawaringin Timur, pada umumnya.
Hal ini di ungkapkan oleh anggota Komisi III DPRD Kotim, Sutik di bincangi wartawan Rabu (1/11/2017) tadi pagi. Menurut Sutik, langkah pemerintahan Desa Kuluk Telawang tersebut pantas diacungi jempol dan harus di dukung, serta bisa menjadi acuan bagi desa-desa lainnya di wilayah utara Kotawaringin Timur.
“Hal seperti ini harus kita dukung dan jadikan contoh, terutama desa-desa di kotim yang belum ada mobil ambulannya, kenapa demikian karena memang itu sudah masuk dalam kenutuhan pokok menurut saya,” ujarnya.
Bahkan dia mengapresiasi sekali langkah pemerintahan desa yang mana jelas dalam penggunaan anggaran desa tersebut, sehingga tidak sulit dalam pembuktiannya dan pertanggungjawabannya nanti kedepannya.

“Kita ketahui bersama, selama ini kebutuhan akan mobil ambulan di kotim ini memang luar biasa, kalau perlu setiap desa diwajibkan saja memiliki ambulan sendiri, agar memudahkan masyarakat untuk keperluan darurat terkait kesehatan,” tutupnya.
Sementara itu ketua tim pelaksana kegiatan (TPK) Desa Kuluk Telawang, Rully Olla Mury juga megatakan mobil ambulance baru tersebut di beli menggunakan anggaran dana desa, atas kesepakatan, dengan pemerintahan desa, dan masyarakat menyesuaikan kebutuhan mendesak di desa bersangkutan.
“Ambulan ini sangat dibutuhkan di desa kami, oleh sebab itu dari ADD tahun 2017 dianggarkan untuk membeli ambulance,selain membangun kantor dan dermaga, juga jalan sehingga anggaran dana desa bisa digunakan secara optimal, sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang paling mendesak,” jelasnya.
(drm/beritasampit.co.id)











