PALANGKA RAYA – Para pemuda Kalimantan Tengah (Kalteng) antusias dalam mengikuti sekolah Kader Pemuda Mahaga Lewu yang diselenggarakan di Aula Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palangka Raya, Minggu 14 Maret 2021.
Kegiatan yang di gagas oleh Forum Pemuda Kalteng (FORPEKA) ini dari 150 orang peserta yang mendaftarkan diri tersebut, hanya 30 orang yang mendapatkan kriteria dari panitia penyelenggara sekolah Kader Pemuda Mahaga Lewu yang dilaksanakan mulai dari tanggal 12 Maret hingga 4 April 2021 pada setiap hari Sabtu dan Minggu.
Ketua FORPEKA Novia Adventy Juran mengungkapkan, kegiatan tersebut adalah kontribusi konkrit FORPEKA dalam mempersiapkan para pemimpin dan penggerak yang ahli dan bertanggung jawab serta mampu merubah wajah Kalteng, salah satu nya melalui pendidikan terutama pendidikan yang memerdekakan pikiran.
“Apalagi kedepan keberadaaan pemuda yang berkualitas dalam suatu waktu, tempat atau daerah merupakan suatu keuntungan pemuda sehingga mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik diharapkan dapat tercipta seiring diberdayakannya pemuda di segala aspek pembangunan suatu daerah,” tutur Novia.
Lebih lanjut mantan Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Palangka Raya ini menjelaskan bahwa, penduduk di Provinsi Kalteng tahun 2018 yang tercatat di dalam buku proyeksi penduduk Indonesia 2015-2045 adalah sebanyak 2.612.600 jiwa dengan rasio ketergantungan sebesar 40,95 persen.
“Rasio ketergantungan di bawah 50 persen merupakan indikator bahwa Provinsi Kalteng sedang menikmati bonus demografi ditengah-tengah era disrupsi 4.0, kondisi serupa diproyeksikan akan berlangsung hingga tahun 2023 dan selayaknya dijadikan momentum bagi pemerintah dalam menggenjot pembangunan Kalteng karena hanya terjadi sekali seumur hidup,” terangnya.
Menurut Novia, sebagai generasi penerus masa depan bangsa dalam era yang semakin berkembang terlebih memasuki era Revolusi Industri 4.0, pemuda menjadi harapan pembangunan dan penatalaksanaan bangsa. Terutama di Kalteng, terkhususnya pemuda Dayak era ini menjadi tantangan tersendiri momentum peluang sekaligus juga tantangan bagi komunitas Pemuda Dayak di Kalteng.
Novia menjelaskan, kelompok pemuda Dayak yang merupakan bagian integral dari bangsa Indonesia yang multikultural diharapkan mampu bertarung dalam era globalisasi, tidak hanya menjadi petarung tetapi mampu memainkan peran nya sebagai sesama anak bangsa Indonesia dalam memberikan kontribusi positif, masukan konstruktif serta “lagacy” yang baik bagi Indonesia terkhusus nya masyarakat Dayak.
“Inilah yang menjadi motivasi bagi FORPEKA untuk menyelenggarakan kegiatan Sekolah Kader Pemuda Mahaga Lewu ini sehingga pemuda Kalimantan Tengah duduk sebagai subjek dan bukan objek dalam aras globalisasi pembangunan yang semakin massif,” ungkap Novia.
Untuk diketahui bahwa kegiatan tersebut digagas kelompok muda Kalteng dengan menghadirkan para pemateri yang merupakan tokoh-tokoh penting baik skala nasional maupun skala lokal. Kegiatan tersebut dibuka langsung secara virtual oleh Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas. (M.Slh/beritasampit.co.id).











