Seni Madihin Sarana Ampuh Kampanyekan Penerapan Prokes

BANJARMASIN, KALSEL – Masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) terkenal dengan budaya dan keseniannya yang dipengaruhi dan bernuansa Islam. Diantaranya adalah Madihin, Mamanda, Japen, Balamut, Hadrah, Musik Panting, Upacara Maarak Penganten, Bamandi-mandi dan Maayun Anak.

Berdasarkan data dari Dispubar Kalsel ada kurang lebih 76 tarian khas provinsi yang berjuluk bumi Lambung Mangkurat tersebut.

Madihin merupakan seni suguhan pentas monolog oleh satu atau dua orang seniman tradisional yang merangkai syair dan pantun diiringi dengan musik gendang khas Banjar. Sajian materi seni ini biasanya melemparkan sindiran-sindiran dan pesan sosial dan moral dengan kosa kata yang menggelitik dan lucu.

Hingga saat ini seni Madihin masih banyak diminati oleh masyarakat Kalsel, karena mudah dimengerti dan diterima oleh masyarakat, bahkan sudah banyak seniman asal Kalsel yang terkenal karena seni Madihin yang dibawakannya.

Dimasa pandemi Covid-19 seni Madihin bisa jadi sarana kampanye untuk penerapan protokol kesehatan, tentu saja dengan bahasa yang lucu sehingga tanpa disadari masyarakat bisa memahami pentingnya penerapan prokes.

Puluhan content seni Madihin yang mengajak Masyarakat untuk menerapkan prokes atau ada juga tentang bahayanya Covid-19 menghiasi YouTube.

Salah satunya content milik Gazali Rumi yang berjudul “Virus Corona feat seberapa hapak elo ini” sudah ditonton sebanyak 27 ribu kali, content yang berisi syair atau pantun Madihin nya berisi ajakan untuk mengurangi aktivitas diluar rumah.

Udin salah seorang Warga Jalan Veteran Banjarmasin mengaku terhibur dan otomatis bisa membuat dirinya memahami pentingnya prokes melalui seni Madihin yang ditontonnya di Youtube.

“Madihin tentang pentingnya penerapan prokes dibikin lucu-lucu dan mudah dipahami, selain itu juga ekspresi dari para content makernya atau pemain Madihin juga membuat tak bosan untuk menontonnya,” ungkap Udin, Minggu 30 Mei 2021.

baca juga ...  Harga Beras, Minyak Goreng dan Daging di Palangka Raya Alami Kenaikan

Sementara itu, Bakrii salah seorang pemerhati seni asal Banjarmasin mengatakan pesan yang disampaikan melalui Seni Madihin walaupun lucu tapi itu tidak bisa dianggap sepele.

“Seni Madihin memang terkesan ringan dan mudah dimengerti tapi sebenarnya itu adalah pesan, imbauan atau nasehat yang biasanya sedang terjadi ditengah masyarakat, contohnya seperti pandemi saat ini,” ungkap Bakri.

Dirinya juga mengungkapkan masih banyak kreativitas seni dari para seniman Kalsel tentang penerapan prokes atau bahaya corona yang diunggah di Media Sosial. “Ada cerita parodi atau dubbing suara bahasa banjar dari para tokoh atau selebriti terkenal,” pungkas Bakri. (Mery/beritasampit.co.id).

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!