PALANGKA RAYA – Ketua Unit Pengolahan Ikan (UPI) Tampung Parei Yuliatma menegaskan, bagaimanapun kondisi dan situasinya baik itu pandemi ataupun lainnya, harga produk olahan ikan yang dibuat di Tampung Parei tidak pernah berubah.
Harga produk tetap sama, seperti harga Keripik Saluang 100 gram Rp 27 500, Keripik Saluang 200 gram harga Rp 55.000, Keripik Lais 165 gram harga Rp 55.000, Wadi Jelawat 500 gram harga Rp 50.000, Wadi Patin 500 gram harga Rp 30.000, Amplang Temggiri 100 gram harga Rp 18.000, Amplang Pipih 100 gram harga Rp 20.000.
Sementara itu, Dia menceritakan sejarah dari Tampung Parei yang didirikan dari tahun 2015 hingga sampai saat ini. Di Tampung Parei, semuanya dikelola ibu-ibu rumah tangga yang beranggotakan 10 orang.
“Tampung Parei ini merupakan kelompok pengolah hasil perikanan, yang berdiri dari tahun 2015 sampai tahun 2022 ini. Selain itu kelompok ini terbentuk karena inisiasi, bagaimana caranya berkerja dari rumah,” ujar Yuliatma, diwawancara wartawan Berita Sampit di tempat usahanya Jalan Tingang VII B, Senin 21 Februari 2022.
Sebelum pandemi penghasilan yang mereka dapatkan itu bisa sampai kisaran Rp 30 juta per bulan. Penghasilan itu dibagi-bagi kepada para anggota untuk kebutuhan sehari-hari, dan uang sekolah anak. Hal itulah yang membuat mereka berkembang dan termotivasi hingga saat ini.
“Akan tetapi saat pandemi muncul semuanya mengalami penurunan, baik itu produksi maupun di penghasilan. Untuk saat ini produksi berjalan sekitar 50 persen saja, begitupun dengan penghasilan,” jelasnya.
Meskipun begitu mereka tetap bersyukur, bahwa produksi ini masih tetap jalan apapun situasi dan kondisinya. Untuk penjualan juga dibantu oleh beberapa pihak, seperti Pemerintah Kota Palangka Raya, Pemerintah Provinsi Kalteng, Bank Indonesia, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalteng, dan lainnya, yang telah membantu memasarkan produk Tampung Parei.
Produk tersebut dijual di lapak yang ada di Bandar Udara Tjilik Riwut di bagian oleh-oleh. Selain itu di Hypermart dan tempat lainnya. Untuk penjualan online dilakukan melalui media sosial, shopee, dan lainnya. (Hardi/beritasampit.co.id).










