PANGKALAN BUN – Untuk menjadi pemimpin, harus berani melakukan perbedaan dan memastikan perubahan positif terhadap lingkungan. Kualitas pemimpin harus didukung kemampuan untuk menjadi role model dalam melakukan perubahan mindset (mental switching), dari kondisi zona nyaman menjadi zona yang kompetitif dan inovatif.
“Juga seorang pemimpin harus dekat dengan rakyat sehingga mampu menggerakkan masyarakat bergerak ke arah yang lebih baik. Karena pemimpin adalah seorang yang dapat melihat daripada apa yang belum dilihat orang lain. Melihat lebih jauh dari orang lain dan melihat sebelum orang lain melihatnya, visioner,” kata Mukhtarudin, saat dikonfirmasi, Jumat 6 Mei 2022.
Ia menambahkan, untuk menjadi seorang pemimpin maka harus bisa keluar dari zona nyaman. Karena menurut Mukhtarudin, zona nyaman membuat orang akan sulit untuk maju dan berkembang.
Lebih lanjut, Mukhtarudin mengatakan jika ciri-ciri orang yang berada di luar zona nyaman, antara lain ialah, percaya akan kemampuan diri sendiri, punya keberanian mengerjakan pekerjaan sedikit di atas kemampuan diri.
“Tanpa disadari, zona nyaman tersebut sudah membuat kita sulit untuk maju dan berkembang. Sebab, yang kita kerjakan hanya itu-itu saja tanpa adanya inovasi atau pelajaran baru yang diterima,” ungkap Mukhtarudin.
Dengan keluar dari zona nyaman akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih kuat alias tahan banting. Sebab, memiliki pemikiran yang terbuka dan mengeksplor pikiran kita untuk menjadi lebih kreatif, inovatif.
“Seorang pemimpin hendaknya harus memelihara etika dan tidak pernah menyalahkan orang lain, lakukan apa yang harus dilakukan dengan cara kita dan yakin kita pasti bisa melakukannya,” papar Mukhtarudin. (man/beritasampit.co.id)











