DLH Kotim Imbau Perusahaan dan Masyarakat Turut Berperan Cegah Karhutla

SAMPIT – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Timur (Kotim) akan melayangkan imbauan kepada pihak perusahaan untuk turut berpartisipasi menjaga lahan dan mencegah terjadi karhutla diarealnya masing-masing. Hal ini dilakukan terkait maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi disejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur, dalam sepekan terakhir.

“Kita akan membuat imbauan keperusahaan melakukan pencegahan karhutla, selain itu kita juga mengajak pihak perusahaan membantu mengajak masyarakat disekitar areal perusahaan menjaga wilayah mereka agar tidak terjadi karhutla,” kata Sekretaris DLH Kotim Joni Parwoto, Rabu 4 Januari 2023.

Selain itu, DLH Kotim juga akan mengaktifkan pengawasan reguler pada penanganan kebakaran sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), yang mana meminta pihak perusahaan meningkatkan patroli diwilayahnya masing-masing.

“Kita ingin perusahaan juga turut bekerjasama dengan tim peduli api masyarakat mengantisipasi karhutla ini,” imbuhnya.

Selain itu, untuk mengingatkan masyarakat mengantisipasi karhutla, DLH Kotim juga akan memasang baliho imbauan atau peringatan larangan membakar lahan.

“Kita akan segera menempel atau memasang peringatan dan larangan membakar lahan, kemudian menjaga area masing-masing dari karhutla. Jadi aturan pemerintah harus kita sosialisasikan melalui baliho,” ujarnya.

Joni mengingatkan kembali kepada masyarakat agar bisa menjaga lahannya dan jangan melakukan pembakaran lahan ketika membersihkan.

“Karhutla memiliki dampak yang sangat luas, selain pencemaran lingkungan, namun juga berbahaya terhadap kesehatan,” ucapnya.

“Apa lagi kondisi alam yang saat ini tidak bisa diprediksi apakah masuk musim penghujan ataupun musim kemarau, kita tidak bisa berpatokan lagi pada itu, yang bisa dilakukan mari sama-sama kita menjaga dan siap siaga mencegah karhutla di Kotim ini,” pungkasnya. (ilm)

baca juga ...  Pentingnya Ubah Paradigma Pengolahan Sampah Jadi Pengurangan di Sumber dan Daur Ulang Sumber Daya
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!