KUALA PEMBUANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seruyan melaporkan sejak Desember 2022 sampai Januari 2023 jumlah kasus penderita Demam Berdarah Dengue di kabupaten berjuluk Bumi Gawi Hatantiring itu kini sudah mencapai 44 Kasus.
“Terkait dengan peningkatan kasus demam berdarah di Kuala Pembuang khususnya, laporan sudah masuk ke Dinas Kesehatan ada 44 kasus, biasanya kalau di rumah sakit ada masuk langsung mengkonfirmasi ke kami,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan, Bahrun Abbas, Selasa, 7 Februari 2022.
Selanjutnya, setelah mendapatkan data dari rumah sakit terkait pasien DBD, Dinkes Seruyan kemudian langsung menindklanjuti dengan Penelitian Epitemologi.
“Habis itu baru kita lakukan fogging, tapi fogging itu bukan satu-satunya cara menurunkan demam berdarah, yang terpenting adalah kebersamaan kita seluruh lapisan masyarakat melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) atau yang kita kenal dari dulu yaitu 3M,” katanya.
Bahrun menegaskan, saat ini 44 orang warga yang terjangkit DBD telah dinyatakan sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Karena itu ujar dia, yang menjadi masalah saat ini bagaimana masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya, sehingga tidak menjadi lokasi berkembangnya nyamuk demam berdarah.
“Yang pasti dia biasanya berkembangbiak di tampungan air-air bersih kayak air mineral yang terbuka, batok kelapa, ban bekas yang kemudian terisi air hujan. Itu jadi sarana nyamuk itu berkembangbiak cepat,” pungkasnya.











