Serang Petugas, Satu DPO Lapas Palangka Raya Tewas Ditembak

SAMPIT – Salah satu Daftar Pencarian Orang (DPO) bernama Prihartono Bin Lili (44) tewas ditembak petugas karena berusaha menyerang hingga melukai petugas menggunakan senjata tajam yang disimpan di badannya.

Penangkapan ketiga DPO itu bermula dari Jihad Aji Nurmoko bin Sugianor di PT Agro Bukit tepatnya di perumahan karyawan H8 pada Selasa, 7 Maret 2023 sekitar pukul 09:00 WIB.

Dalam penangkapan itu intel Brimob dibantu oleh personel Polres Kotim dan pelaksanaan penangkapan itu juga Komandan Batalyon B Pelopor AKBP Mada Ramadita dan Wadanyon B Pelopor berada di lokasi.

Diketahui dari hasil pemeriksaan Jihad bahwa mereka sudah merencanakan sejak lama untuk melarikan diri bersama Pancareni dan Kartono serta Abdurrahman.

Keempat DPO yang kabur itu memanjat dinding menggunakan tali ayunan dan melarikan diri ke Jalan Garuda dan melanjutkan perjalanan ke Jalan Rajawali.

Abdurrahman memilih berpisah di Jalan Seth Aji dan tiga lainnya lari ke Panenga Raya Kereng dengan berjalan kaki selama dua hari.

Pada malam harinya Toni dan Reno membawa sepeda motor hasil curian untuk dibawa kabur melarikan diri ke Sampit, dimana sebelumnya mereka singgah di Pundu pada malam Senin kemarin.

Sekitar pukul 13:45 WIB personel Polres Kotim dan Intel Brimob mendapat informasi bahwa dua orang itu yakni Kartono dan Pancareni berada di Pal 12 jalur 3 Jalan Jenderal Sudirman Sampit.

Tepatnya di tempat karaoke, setelah mendapat informasi itu petugas gabungan lantas menuju lokasi. Sekitar pukul 14:10 WIB anggota tiba di lokasi dan melakukan penggerebekan dan di salah satu kamar yang didobrak tersangka langsung kabur melalu jendela belakang hingga dilakukan pengejaran oleh petugas.

Petugas pun melepaskan tembakan peringatan, namun bukannya menyerah Kartono lantas menyerang petugas menggunakan badik yang disimpan di pinggangnya.

baca juga ...  Dovizioso Yakin Marquez Mampu Juarai MotoGP Meski Belum Fit 100 Persen

Karena membahayakan nyawa petugas, petugas pun melepaskan tembakan untuk melumpuhkannya dan meninggal dunia di tempat.

“Sampai saat ini tersangka masih berada di Mako Brimob, atas nama Jihad, dan Pancareni, sementara itu Kartono meninggal dunia,” kata Danyon Brimob Mada.

Diketahui juga saat ini ambulan yang membawa jenazah Kartono telah bertolak ke Palangka Raya sekitar pukul 18:00 WIB untuk membawa jenazahnya ke RS Bhayangkara. (Jimy)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!