Peredaran Narkoba Kian Masif, Kotim Masuk Zona Mendekati Hitam

SAMPIT – Tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi disertai perekonomian yang cukup maju, kemudian akses yang masuk yang sangat luas menjadikan Kabupaten Kotawaringin Timur, selalu menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan, salah satunya peredaran narkotika.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kotawaringin Timur, mencatat bahwa peredaran narkoba di Kotim sudah sangat mengkhawatirkan dan merambah hampir di seluruh pelosok kabupaten.

“Upaya pencegahan melalui prosedur telah kita jalankan, tetapi wilayah Kotim sudah masuk zona merah bahkan mendekati hitam, karena masuk ke daerah ini terbuka dari laut, udara dan darat, jadi semua barang-barang haram atau narkoba ini bisa datang dari manapun, baik itu dari Kalbar sana, Jawa dan juga Banjarmasin,” jelas Kepala Badan Kesbangpol Kotim Sanggul Lumban Gaol, Selasa 22 Maret 2023.

Namun yang sangat mengkhawatirkan, peredaran narkoba ini telah merambah ke kalangan remaja, bukan hanya yang di kota melainkan juga di Desa-Desa pelosok Kabupaten ini.

“Selain itu menurut informasi Kepolisian, harga narkoba di sini juga cenderung rendah dari pada Kabupaten lain, persoalan ini yang membuat peredaran narkoba masih tinggi di Kotim ini,” ujarnya.

“Selain harga rendah, disini penyebarannya sangat masif karena pengedar tidak hanya melibatkan kalangan laki-laki, namun juga melibatkan ibu rumah tangga dan masyarakat miskin, nah itu yang menjadi masalahnya juga,” sambungnya.

Persoalan lain yang menjadi kendala dan harus disikapi dengan cermat, masih kurangnya dukungan anggaran oleh Pemerintah Kabupaten yang memberikan dana hibah kepada Badan Narkotika Kabupaten (BNK).

Padahal peran BNK sangat penting dalam mensosialisasikan dan memberikan pemahaman mencegah masyarakat terjerumus ke lingkaran hitam narkoba.

“Bantuan kepada BNK itu hanya Rp300 juta setiap tahun, kalau menurut saya sangat kurang, sebab dari jangkauan ke 17 Kecamatan dan kita harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat setiap tahun dan juga kalangan pemuda, pelajar itu membutuhkan modal lebih demi melindungi generasi penerus bangsa ini dari narkoba,” pungkasnya. (ilm).

baca juga ...  Upaya Museum Kalbar Jaga Kelestarian Wastra Datulu
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!