PALANGKA RAYA – Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng Nuryakin menyampaikan, kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah, dalam periode September 2015 sampai dengan September 2022, menunjukkan tren penurunan, baik dari sisi jumlah maupun persentase.
Jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Tengah menurun dari 148,13 ribu orang di September 2015 menjadi 144,52 ribu orang pada September 2022.
Hal ini disampaikannya saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Akhir Tahun Anggaran 2022, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kalteng, Selasa 28 Maret 2023.
Ia juga menjelaskan, penurunan persentase kemiskinan juga terjadi dari 5,91 persen menjadi 5,22 persen, sehingga Kalimantan Tengah berada pada urutan ke-5 dengan angka kemiskinan terendah dari 34 provinsi di Indonesia.
“Pada tingkat pengangguran terbuka Bulan Agustus 2022 sebesar 4,26 persen. Hal ini berarti dari setiap 100 orang angkatan kerja terdapat sekitar empat sampai lima orang yang menganggur. Dibandingkan kondisi Agustus 2021, yang mengalami penurunan sebesar 0,27 persen poin atau sebanyak 4,04 ribu orang,” ucapnya.
Ia juga menambahkan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2021 PDRB per kapita sebesar 62,8 persen meningkat pada tahun 2022 menjadi sebesar 72,9 persen. Berdasarkan kriteria Bank Dunia, ketimpangan pengeluaran atau Gini Ratio di daerah perkotaan maupun perdesaan untuk wilayah Kalimantan Tengah termasuk dalam kategori ketimpangan rendah.
“Pada Tahun 2021 Gini Ratio Kalimantan Tengah sebesar 0,320 dan mengalami penurunan pada Tahun 2022 sebesar 0,309 sehingga berada pada urutan sembilan terendah dari 34 Provinsi, sedangkan Gini Ratio Rata rata Indonesia adalah 0,381,” jelasnya. (Hardi).











