SAMPIT – Masyarakat Pemudik mulai memadati pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur pada Rabu 29 Maret 2023, kapal yang sandar di pelabuhan siang itu adalah KM Kirana I yang terjadwal berangkat pukul 11.00 WIB tujuan Sampit-Surabaya.
Sekitar pukul 10.30 WIB para penumpang mulai diperbolehkan memasuki kapal, terlihat para penumpang cukup padat dan mereka memikul barang bawaan yang banyak, sebagian menggunakan jasa porter untuk membantu membawa barang bawaan.
Manajer Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit, Hendrik Sugiharto mengatakan bahwa penumpang Kapal Kirana I pada hari itu sekitar 532 orang.
“Kapasitas angkut Kirana I yaitu 570 orang, arus mudik sudah mulai terlihat karena lebih ramai dari hari biasa,” ujarnya.
Ia menuturkan bahwa kapal Sampit Surabaya itu juga mengangkut kendaraan seperti sepeda motor 16 unit, mobil keluarga 5 unit, dan angkutan besar 6 unit.
Salah satu pemudik Indra mengatakan ia berangkat ke Surabaya memilih jalur laut karena dibanding dengan via udara sangat mahal.
“Iya karena tiket pesawat cukup mahal sehingga lebih memilih via kapal laut saja,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga bernama Mery mengatakan ia mengantarkan anaknya saja untuk pulang kampung ke Surabaya
“Saya hanya mengantarkan anak saya saja untuk pulang kampung, saya dan ayahnya belum memastikan apa bisa mudik tahun ini atau tidak, melihat kondisi ekonomi,” ucapnya yang sudah merantau ke Parenggean sejak 2004 itu.
Sementara itu juga ada salah satu mahasiswa dari Sampit yang berangkat ke Surabaya untuk menuju Yogyakarta karena masih harus menyelesaikan tugas kuliah.
“Saya tidak mudik, ke Yogyakarta untuk kuliah, nanti pas libur baru mudik ke Sampit lagi,” ujarnya.
Terlihat juga beberapa warga dari Kecamatan yang jauh dari Kota Sampit seperti Parenggean, Mentaya Hulu, Telawang dan lainnya berangkat lebih pagi menuju Sampit untuk bisa pulang ke kampung halaman di Surabaya. (Nardi).











