PALANGKA RAYA – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Nuryakin menerangkan berdasarkan laporan TPID Kota Palangka Raya komoditas cabai rawit menjadi penyumbang inflasi di Kota Palangka Raya, sedangkan untuk beras dan daging sapi, saat ini bekerjasama dengan daerah lain.
“Untuk beras, kita sudah bekerja sama dengan Kabupaten Tapin dan daging sapi kita sudah bekerja sama dengan Jawa Timur,” ungkapnya pada rapat evaluasi terhadap rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terkait inflasi bulan Maret 2023, bertempat di Ruang Rapat Bajakah Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 5 April 2023.
Sekda Nuryakin selaku Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalteng menambahkan, TPID Kota Palangka Raya telah mengeluarkan Perda cadangan beras.
“Kita juga mendapatkan beras subsidi sebanyak 52.800 ton dari Pusat Beras CBP untuk 70.000 keluarga pra-sejahtera, bekerjasama dengan Bulog,” bebernya.
Sekda mengungkapkan tiket/angkutan udara juga menjadi penyumbang inflasi. “Hal itu disebabkan rute Palangka Raya-Surabaya yang sulit, namun pihak maskapai mengantisipasinya dengan menambah jumlah flight. Sedangkan di Sampit, harga tiket pesawat yang mahal menjadi kendalanya,” terang Sekda.
Sekda menyebut, beberapa Perangkat Daerah Provinsi Kalteng juga telah melakukan upaya agar inflasi di Kalteng terjaga.
“Kita sudah menanam padi dan cabai di sekitar areal yang akan dibangun Rice Milling Unit, dan sebentar lagi akan panen. Kita juga terus menggalakkan gerakan sekuyan lombok dan tanam cabai ASN,” tutur Sekda.
Sekda mengingatkan beberapa daerah yang rawan naik inflasinya seperti Kota Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya yang berpotensi harga cabai paling tinggi. “Akibat HET naik ini, ada beberapa penggilingan sempat menahan beras subsidi,” pungkasnya. (Rahul).











