SAMPIT – Sejumlah tokoh lima agama, tokoh adat dan tokoh pemuda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengikrarkan pemilu damai di Bundaran Perdamaian Jalan Jendral Sudirman Km 3 Sampit pada Selasa 18 April 2023.
Kegiatan tersebut diikuti oleh tokoh agama Islam H Nurhaidi, tokoh Nasrani Medio Rafano, tokoh Hindu Kaharingan Wendi, Konghucu Wensei Suhardi, Ketua Batamad Fitriansyah, Ketua Fordayak M Saleh, Damang M Fitriansyah serta Tokoh Pemuda Edi Kusmawan.
Tokoh agama Hindu Kaharingan Wendi mengatakan kegiatan itu sebagai bentuk ajakan kepada seluruh masyarakat untuk mewujudkan Pemilu 2024 damai.
“Dengan ini kami mengajak kepada seluruh masyarakat bisa melaksanakan pemilu 2024 dengan aman dan damai, sehingga terjalin kerukunan antar umat,” ucap Wendi.
Sedangkan tokoh adat Dayak M Saleh Suwaidi mengatakan pemilu 2024 terdiri dari berbagai agama, suku, maupun adat namun tetap bisa saling berdampingan.
Kondusifitas pemilu harus terjaga, sehingga kerukunan antar umat suku agama bisa terjalin toleransi walau ada perbedaan jadikan sebagai warna yang indah dan saling menghargai.
Menurutnya deklarasi damai menjelang Pileg dan Pilpres 2014 merupakan momen untuk menciptakan pemilu yang berintegritas dan kondusif.
Nantinya diharapkan Pemilu di Kotim bisa terhindar dari hal-hal yang dapat menimbulkan perpecahan maupun pergesekan di masyarakat.
Mereka sepakat mengajak masyarakat untuk menciptakan suasana aman, damai, dan, sejuk dalam menghadapi perhelatan panggung politik tahun 2024
Pemilu dilaksanakan pada 14 Februari 2024, terdiri dari pemilihan presiden dan wakil presiden serta pemilihan anggota legislatif (Pileg). (Naco)











