PALANGKA RAYA – Kepala Perwakilan BI Kalteng Taufik Saleh menyampaikan, pengembangan ekonomi digital di Kalimantan Tengah juga dapat dilakukan dengan mendorong perluasan implementasi QRIS pada berbagai sektor.
Berdasarkan data, tercatat bahwa pengguna baru QRIS di Kalimantan Tengah sebesar 187.660 pengguna dengan volume transaksi QRIS sebesar 238.778 dan jumlah merchant QRIS sebanyak 217.271 merchant pada tahun 2023.
“Jumlah pengguna dan merchant QRIS di Kalteng mengalami tren meningkat sejak tahun 2021 sampai dengan Maret 2023,” ucapnya saat memberikan sambutan di acara Main Event Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2023 di Kalimantan Tengah yang diselenggarakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah pada Senin, 8 Mei 2023.
Ia juga menjelaskan, secara spasial, Kabupaten Barito Selatan berhasil menempati posisi teratas untuk kategori jumlah merchant QRIS terbanyak yang pada Maret 2023 mencapai 65,37 ribu merchant. Sedangkan untuk kategori jumlah volume transaksi QRIS tertinggi selama tiga bulan pertama 2023 adalah Kota Palangka Raya dengan 392,30 ribu transaksi.
“Adapun, Kabupaten Sukamara masih memiliki angka yang rendah untuk jumlah merchant QRIS sebanyak 1,73 ribu merchant dan jumlah volume transaksi QRIS sebesar 4,06 ribu dalam periode yang sama,” pungkasnya. (Hardi)











