Pemkab Kotim Harapkan Muscablub Organda Hasilkan Gagasan Baru dalam Dunia Angkutan 

SAMPIT – Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur (Kotim) Suparmadi membuka secara resmi Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kotim, Kamis 30 November 2023.

“Dalam pelaksanaan musyawarah Organda Kotim saya berharap menghasilkan gagasan baru dalam dunia usaha untuk bisa membantu pemerintah metata laksana angkutan darat sehingga arus usaha bisa lebih maksimal,” kata Suparmadi saat membacakan sambutan Bupati Kotim.

Kabupaten Kotim yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memiliki luas 16.496 kilometer persegi dan berpenduduk kurang lebih sebanyak 373.842 jiwa pada tahun 2010, bertambah menjadi 433.679 jiwa pada pertengahan tahun 2023.

Perkembangan Kotim dari tahun ke tahun begitu pesat ditandai dengan masuknya investasi di berbagai sektor, baik itu perkebunan, pertambangan, perdagangan dan jasa, adapun pemicunya adalah karena Kotim merupakan pintu gerbang Kalteng.

“Bandara H Asan, Pelabuhan Pelindo, dan Terminal Patih Rumbih menjadi aset penting masuknya arus perekonomian di Kotim.

Ia menyebutkan pembenahan Organda Kotim diharapkan menjadi sarana para pengusaha angkutan untuk naik kelas sesuai aturan Perundang-Undangan yang berlaku.

Organda dibentuk pada tahun 1962 di Malang Jawa Timur, merupakan penggabungan organisasi-organisasi pengusaha angkutan yang ada.

“Organisasi ini bertujuan untuk membina dan mengembangkan kemampuan serta profesionalisme para anggota, menuju terwujudnya dunia usaha angkutan jalan di Indonesia yang kuat, efektif, efisien, inovatif dan berdaya saing tinggi,” sebutnya.

Pada awal 1950-an kegiatan perdagangan dan perekonomian di kota-kota sudah mulai aktif dan secara bertahap angkutan kendaraan umum bermotor mulai tumbuh guna menunjang berbagai kegiatan di masyarakat.

Bersamaan dengan hal tersebut, kehidupan politik ikut mempengaruhi kehidupan organisasi- organisasi kemasyarakatan, dimana didalamnya terdapat banyak sekali organisasi angkutan umum dengan kendaraan bermotor yang merupakan kelompok-kelompok usaha jasa angkutan umum dengan orientasi yang berbeda-beda.

baca juga ...  17 Hari Menghilang, Keluarga Bripda Fadel Minta Polisi Serius Bongkar Misteri!

Diantaranya adalah Ikatan Perserikatan Pengusaha Otobis Seluruh Indonesia (IPPOSI), Organisasi Pengangkutan Nasional Indonesia (Orpeni), Federasi Gabungan Prahoto Indonesia (Fegapri), Gabungan Angkutan Darat Veteran Indonesia (Gandavetri) dan masih banyak lagi kelompok -kelompok kecil yang tidak terhitung jumlahnya.

Dengan mempelajari keseluruhan azas dan tujuan organisasi-organisasi tersebut, seluruh pimpinan organisasi-organisasi usaha jasa angkutan umum melebur organisasi tersebut dalam satu wadah organisasi yang disebut organisasi angkutan darat, yang disingkat Organda. (Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!