SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) telah menargetkan enam poin pencapaian untuk indikator ekonomi makro tahun 2024 yang selanjutnya akan menjadi parameter dan acuan dalam merumuskan berbagai kebijakan.
“Ditetapkan dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Kabupaten Kotim tahun 2024 telah ditetapkan asumsi atau target capaian indikator ekonomi makro diantaranya pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 4,24 persen dan inflasi berada di kisaran 2 sampai dengan 4 persen,” ujar Bupati Kotim, Halikinnor, Kamis 28 Desember 2023.
Lebih lanjut Halikinnor menyampaikan poin ketiga yakni pendapatan regional per kapital ditargetkan sebesar Rp 60,14 juta, angka kemiskinan ditargetkan sebesar 5,01%, tingkat pengangguran terbuka berada di kisaran 4,93% dan indeks pembangunan manusia ditargetkan di atas 73,73.
Hal ini disampaikan Halikinnor saat memimpin rapat evaluasi akhir tahun 2023. Kegiatan tersebut dihadiri seluruh kepala OPD, forkopimda, palaku BUMN dan BUMD wilayah setempat. Kegiatan tersebut digelar di rumah jabatan Bupati Kotim di Jalan Achmad Yani Sampit.
Enam poin itu menjadi parameter dan acuan Pemkab Kotim dalam merumuskan berbagai kebijakan dan rencana aksi pembangunan yang diharapkan benar-benar akan mampu menjawab tantangan, hambatan dan dinamika pembangunan di tahun 2024.
Dijelaskan Halikinnor dari enam poin diatas berdasarkan informasi dari badan pusat statistik (BPS) Kabupaten Kotim ada dua indikator yang sudah dipublikasikan pada tahun 2023 ini yaitu angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka.
“Angka kemiskinan tahun 2022 yaitu 5,95 persen dan turun menjadi 5,69 persen di tahun 2023, sedangkan tingkat pengangguran terbuka dari angka 5 persen di tahun 2022 turun menjadi 4,77 persen di tahun 2023,” jelas Halikinnor.
Secara riil kata Halikinnor realisasi capaian kinerja ekonomi makro tahun 2023 ini bisa diketahui berdasarkan data resmi dari badan pusat statistik kabupaten kotawaringin timur pada tahun 2024 nanti.
“Dalam rangka mencapai kinerja ekonomi makro tersebut tentulah tidak mudah, mengingat tantangan, hambatan dan dinamika yang kita hadapi pada tahun 2024 merupakan tahapan proses yang harus dilalui dalam mewujudkan target-target yang telah ditetapkan,” lanjutnya lagi.
Oleh karena itu, menurut Halikinnor sinergitas dan kerjasama yang baik dan terpadu dari semua pihak menjadi faktor yang sangat penting dalam membangun Kotim dalam mewujudkan visi pemerintah daerah.
“Merumuskan dan menjabarkan ke dalam sejumlah program prioritas yang lebih operasional sehingga akan lebih mudah di implementasikan dan diukur tingkat keberhasilannya oleh setiap perangkat daerah untuk mendukung pencapaian kinerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” pungkasnya.
(Ibra)











