Hingga Malam Penyeberangan Masih Dipadati Umat Muslim

SAMPIT – Merayakan hari raya Idulfitri biasanya umat muslim menghabiskan waktu dengan cara bersilahturahmi dengan keluarga, sanak dan saudara.

Salah satunya umat muslim yang ada di daerah seberang pulau yaitu Desa Bapinang, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Pada perayaakan hari raya Idulfitri biasanya bersilahturahmi dengan keluarga yang berada di daerah perkotaan misalnya Kota Samuda dan Kota Sampit.

Dikarenakan tidak ada akses jembatan pada umumnya masyarkakat menggunakan penyeberangan kapal untuk menaruh kendaraanya dengan membayar sebesar Rp 10.000 per orang.

Peyeberangan Handil Mawar sering menjadi alternatif umat Muslim yang ada di desa Bipinang Hilir dan Desa Bebaung untuk melakukan penyeberangan ke kota ataupun sebaliknya.

Salah satu penumpang peyeberangan Handil Mawar, Bambang mengatakan ia bersama keluarga sering menumpang untuk ke kota.

“Bersama keluarga saya sering ikut penumpangan Handil Mawar untuk bisa ke kota, biasanya ke Pusat Perbelanjaan Masyarakat (PPM) Kota Samuda untuk beli stok makanan,” ujarnya pada Rabu 10 April 2024 malam.

“Dan untuk kali bersama keluarga habis dari kota bersilahturahmi dengan sanak saudara memanfaatkan momen Idulfitri 1445 Hijriah,” sambungnya.

Dirinya juga mengatakan jika setiap momen Idulfitri keluarganya kerap berkunjung ke keluarga yang ada di kota biasanya dari pagi hingga malam.

“Dikarenakan tidak ada akses jembatan mau tidak mau menggunakan penyeberangan kapal,” jelasnya.

(Sya’ban)

baca juga ...  BREAKING NEWS : Kebakaran Lahan Muncul di Baamang
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!