JAKARTA– Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mendorong Dirut PT PLN (Persero) untuk mempercepat pelaksanaan transisi energi di Indonesia.
Yakni, kata Mukharudin, melalui berbagai program diantaranya pembangunan kapasitas pembangkit listrik berbasis Energi Baru dan Energi Terbarukan (EBET).
“Upaya ini tentu dengan lebih agresif guna mendukung pencapaian target Net Zero Emission di Tahun 2060,” tandas Mukhtarudin, Senin 3 Juni 2024.
Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini bilang indonesia perlu peta jalan yang koheren untuk mencapai NZE 2060 atau lebih cepat dari target tersebut.
Selain itu, Komisi VII DPR RI juga mendorong Dirut PT PLN (Persero) untuk mempercepat dan memperbesar ekosistem kendaraan Listrik di Indonesia melalui pemerataan pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
“Dan berbagai program lainnya menyesuaikan dengan permintaan yang ada,” imbuh Mukhtarudin.
Wakil Ketua Fraksi Golkar Bidang Industri dan Pembangunan ini mengatakan kendaraan listrik menawarkan solusi efektif dalam mengurangi emisi gas rumah kaca yang ditimbulkan sektor transportasi karena memiliki tingkat efisiensi tinggi.
“Nah, hal ini disebabkan karena penggunaan listrik sebagai sumber energi, tidak menghasilkan emisi jika diperoleh dari sumber energi terbarukan (EBET),” beber Mukhtarudin.
Dengan demikian, lanjut Mukhtarudin, penggunaan kendaraan listrik secara langsung mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara, menjadikannya solusi utama dalam dekarbonasi transportasi.
“DPR RI berharap dalam menghadapi krisis iklim global dan menuju ekonomi yang berkelanjutan, kendaraan listrik memiliki potensi besar untuk membawa kita menuju era net zero emission pada tahun 2060 mendatang,” pungkas Mukhtarudin.
(adista)










