SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah memastikan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2024/2025 ini bersih dari pungutan liar (pungli).
Muhammad Irfansyah mengakui saat proses PPBD kemarin pihaknya menerima laporan terkait adanya pungli saat seleksi penerimaan. Kemudian pihaknya langsung melakukan penelusuran.
“Menindak lanjuti adanya laporan itu, kami turunkan pengawas ke sekolah tersebut. Alhamdulillah tidak menemukan sekolah yang mencantumkan masuk harus membayar sekian juta,” ujar Muhammad Irfansyah, Rabu 10 Juli 2024.
Irfansyah menjelaskan pihak sudah mewanti-wanti sekolah di bawa naungan Disdik Kotim untuk tidak melakukan pungutan kepada siswa baru. Kalau ditemukan hal seperti pihaknya akan memberikan sanksi tegas.
Menurutnya, informasi adanya pungutan ini muncul dari obrolan wali murid yang salah menangkap informasi. Hal muncul ketika wali murid mendaftarkan anaknya melalui keluarga mereka sehingga muncul salah persepsi.
“Kami pastikan tidak ada pungutan PPDB. Sudah menekankan bersama pengawas dan koordinator pengawas jangan sampai ada pembicaraan biaya masuk di sekolah,” jelasnya.
Dirinya saat ini terbuka menerima aduan terkait dunia pendidikan melalui aplikasi SP4N-LAPOR!. Aduan tersebut tidak hanya mengenai PPDB. Jika ada hal menyalahi aturan dalam pendidikan termasuk bullying segera melaporkan untuk ditindak lanjuti.
Saat ini, sekolah sudah memulai tahapan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Pihaknya pun juga menurunkan tim khusus untuk memantau berjalannya kegiatan tersebut.
“Kita sudah melewati paskah PPDB ini, sekarang selanjutnya kita melaksanakan MPLS masa pengenalan lingkungan sekolah. saya harap guru-guru membuatkan kegiatan yang menyenangkan untu anak-anak,” pungkasnya.
(ibra)











