SAMPIT – Warga di Jalan Lingkar Selatan mengeluhkan debu akibat jalan rusak yang tidak diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) sehingga menimbulkan masalah kesehatan bagi warga di sekitar jalan yang rusak tersebut.
Baharuddin, salah satu warga mengeluhkan bahwa debu yang dihasilkan oleh aktivitas kendaraan yang lewat akibat dari jalan rusak dan berlubang di jalan lingkar megakibatkan dirinya merasakan gejala Ispa.
Menurut Baharuddin, tidak hanya dirinya yang mengalami gejala tersebut ada juga sebagian besar warga yang mengeluhkan hal serupa akhir-akhir ini, adapun keluhan yang dirasakan adalah batuk-batuk, deman dan hidung tersumbat.
“Semenjak musim kemarau ini saya merasakan gejala ini diakibatkan debu dari aktivitas kendaraan yang lewat setiap hari dan ditambah dengan jalan yang semakin hari semakin rusak,” kata Baharuddin saat diwawancarai, Rabu 17 Juli 2024.
“Bukan hanya saya saja yang mengeluhkan hal ini tetapi juga sebagian warga yang tinggal di sepanjang jalan yang mengalami kerusakan,”lanjutnya.
Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah baik pemerintah daerah maupun provinsi agar dapat memperhatikan jalan lingkar agar segera dilakukan perbaikan, karena menurut Baharuddin dari jalan rusak dan berdebu dapat membawa dampak buruk terhadap kesehatan warga setempat.
“Saya meminta kepada pemerintah agar dapat memperhatikan persoalan jalan rusak dan berdebu ini, karena dari jalan rusak dan berdebu ini juga bisa mengganggu kesehatan kami yang ada di sini,”timpalnya.
Adapun sampai saat ini, pemerintah belum mengambil tindakan apapun baik itu dari kabupaten maupun provinsi dalam melakukan penanganan terhadap jalan rusak yang semakin hari kian parah.
(Sattar)











