SAMPIT – Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengupayakan tiap sekolah memiliki singkronisasi data jumlah tenaga pendidikan dan kependidikan di wilayah ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kotim Muhammad Irfansyah menyampaikan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) harus lengkap, valid, dan tersedia setiap semester dan setiap tahun.
Selain itu, data Ini dapat digunakan untuk pemetaan, pertimbangan kebijakan, dan tentu saja untuk menyediakan program dan bantuan.
“Sangat diperlukan kesamaan persepsi terkait singkronisasi data data jumlah tenaga pendidikan dan kependidikan untuk membuat program dan kebijakan yang tepat,” kata Muhammad Irfansyah, Jumat 9 Agustus 2024.
Dijelaskan Dinas Pendidikan sudah mengumpulkan sejumlah kepala sekolah untuk menyamakan persepsi pelatihan karena ini terus diperbarui secara online oleh satuan pendidikan.
“Pengalaman sebelumnya kadang terjadi kesalahan penerimaan data pendidik akhirnya keliru dan juga dalam menganalisis kebutuhan tenaga pendidik di daerah ini,” lanjutnya.
Hal ini juga terkait dengan dimulainya penerimaan PPPK tahun ini, sehingga perlu akurasi data mengenai jumlah kebutuhan tenaga pendidik, bidang apa saja yang kurang, termasuk pemetaan kebutuhan tenaga pendidik.
“Ini berkaitan erat juga dengan analisis anggaran yang diperlukan untuk gaji tenaga pengajar ke depannya,” pungkasnya.
(ibra)











