Kepala UTD PMI Kotim Berharap Masyarakat-Instansi Pemerintah Berpartisipasi Penuhi Stok Darah

SAMPIT – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih mengalami krisis stok darah yang diakibatkan oleh permintaan dari pasien di RSUD dr Murjani sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Kepala UTD PMI Kotim dr. Aldila Tiurmawati Lumban Gaol mengatakan, persediaan darah di UTD PMI Kotim pada 14 September 2024 sebanyak 240 kantong dengan rincian 12 kantong golongan A, 96 kantong golongan B, 126 kantong golongan O, dan 6 kantong golongan AB.

“Kebutuhan darah untuk pasien yang dirawat di RSUD dr Murjani Sampit cukup tinggi dan kurangnya minat masyarakat untuk melakukan donor darah sehingga terjadi krisis seperti ini,”  kata dr. Aldila Tiurmawati Lumban Gaol, Sabtu 14 September 2024.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat dan instansi pemerintah yang ada di Kotim untuk melakukan donor darah ke PMI baik secara individu maupun berkelompok demi memenuhi kebutuhan stok darah di PMI.

“Untuk saat ini kami berharap agar masyarakat dan instansi yang ada di Kota Sampit agar bisa melakukan donor agar dapat membantu masyarakat yang lain,” ujarnya.

Diketahui, saat ini PMI Kotim sedang berusaha memenuhi kebutuhan darah untuk pasien yang membutuhkan dengan cara melakukan sosialisasi terhadap masyarakat dan instansi pemerintah agar dapat mendonorkan darah ke PMI.

“Kami sedang melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan instansi pemerintah untuk dapat membantu memenuhi kebutuhan darah di PMI Kotim,” ungkapnya.

(sattar) 

baca juga ...  ​Ahmadil Mengaku Mencuri Mobil Dalam Kondisi Tidak Sadar, Kok Bisa Ya ?
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!