SAMPIT – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Sihol Parningotan Lumban Gaol, menekankan pentingnya menjaga kelangsungan mata pencaharian pemilik kapal motor seiring dengan rencana pembangunan Jembatan Mentaya.
Politisi Demokrat ini meminta pemerintah dan pihak terkait untuk memikirkan solusi agar mereka yang selama ini bergantung pada penyeberangan sungai tetap mendapatkan penghidupan.
“Kami berkomitmen untuk terus membela kepentingan masyarakat para pemilik kapal motor, perhatian dan dukungan dari pemerintah harus tetap diberikan, meskipun nantinya jembatan akan menggantikan peran kapal penyeberangan,” kata Gaol, Selasa 24 September 2024.
Salah satu ide yang ia sampaikan adalah mengubah kapal motor menjadi kapal wisata untuk menyusuri Sungai Mentaya. Menurutnya, ini bisa menjadi peluang baru yang justru meningkatkan pendapatan para pemilik kapal.
“Modifikasi kapal motor menjadi kapal wisata bisa membuka kesempatan baru bagi pemilik kapal untuk meningkatkan pendapatan mereka,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar pemerintah memberikan insentif dan dukungan kepada pemilik kapal motor, sehingga mereka dapat beradaptasi dengan perubahan yang akan datang.
Dukungan ini dianggap penting agar mereka tetap bisa mempertahankan penghidupannya, meskipun fungsi kapal penyeberangan akan berkurang setelah jembatan selesai dibangun.
Menurutnya, Jembatan Mentaya nantinya akan memberikan dampak positif yang signifikan, terutama dalam hal peningkatan ekonomi daerah serta menarik minat investor ke wilayah seberang. Akses yang lebih mudah ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Proyek Jembatan Mentaya yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Kotim dan Pemerintah Provinsi diperkirakan menelan biaya sebesar Rp2 triliun. Jembatan ini akan membentang sepanjang 970 meter, termasuk bentang utama sepanjang 200 meter serta bentang pendekat sepanjang 770 meter. Pembangunan dijadwalkan dimulai pada 2025.
(nardi)











