SAMPIT – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalteng Nadalsyah (Koyem) – Supian Hadi (SHD) memberikan kelarifikasinterkait adanya video tim relawan yang mengundurkan diri. Pihaknya secara tegas menyatakan tidak pernah membentuk atau tidak mengakui keberadaan tim relawan tersebut.
“Kami tidak mengenal orang itu, dan tidak pernah meminta untuk membentuk tim relawan Sahabat Koyem-SHD di bawah komando nya. Kami juga tidak ada menandatangani SK mereka,” tegas Supian Hadi, Kamis, 26 September 2024.
Tim Koyem-SHD memastikan bahwa mereka tidak pernah berkomunikasi atau bertemu dengan pihak yang mengklaim telah mundur itu. “Kami tidak memiliki kontak apapun dengan mereka, baik nomor telepon maupun WhatsApp,” ujarnya.
Kejadian ini, menurut SHD, diduga merupakan bagian dari strategi politik lawan untuk melemahkan semangat perjuangan tim Koyem-SHD.
“Secara keseluruhan, ini hanya akal-akalan pihak lain yang seolah-olah menunjukkan bahwa ada tim kita yang bubar. Baliho yang digunakan dalam video tampak masih baru dan mengindikasikan bahwa mereka bukan bagian dari kami,” katanya.
Kendati demikian, dijelaskan juga bahwa insiden tersebut justru akan memperkuat tekad dan kebersamaan tim Koyem-SHD dalam memenangkan Pilkada pada 27 November mendatang. “Adanya video palsu ini malah menambah semangat kami untuk lebih kompak dalam perjuangan,” timpalnya.
Untuk diketahui, video tersebut beredar di media sosial tik-tok dengan nama akun @adam.iqbal919 pada Rabu, 25 September 2024. Didalam video berdurasi 02 menit 11 detik itu terdapat cuplikan berlatar belakang spanduk bertuliskan Sekretariat Sahabat Koyem-SHD. Diantara massa tersebut ada satu orang yang mengaku sebagai ketua Relawan Sahabat Koyem-SHD.
“Kami secara bulat dan dengan sangat terpaksa menyatakan mengundurkan diri dan membubarkan tim Relawan Sahabat Koyem-SHD sejak hari ini,” ucap pria di video tersebut. (im)











