PANGKALAN BUN – Angka atau nomor urut 1 dan seterusnya, ternyata ikut berperan dalam Pilkada Serentak 2024. Disaat KPU mengundi nomor urut, maka nomor urut yang diraih pasangan calon, menurut mereka memiliki makna.
Diketahui pada Pilkada Kobar 2024, dua pasang calon pemimpin Kobar ini telah mencabut nomor urutnya dan nomor urut 1 adalah paslon Rahmat Hidayat.
Menurut sejumlah ahli numerologi, angka 1 tidak hanya menjadi simbol kampanye, tetapi juga cerminan dari dinamika sosial dan psikologis yang bermain di benak pemilih dan kandidat.
Tafsir numerologis dan perspektif pythagoras dalam numerologi klasik, angka 1 sering kali dilihat sebagai lambang kekuatan primordial, sebuah manifestasi dari individualitas dan kemerdekaan. Angka ini menyiratkan sebuah perjalanan menuju pencerahan, memulai sesuatu perubahan dari ketiadaan menuju keberadaan.
Angka 1, juga sangat erat kaitannya dengan konsep Tauhid-keesaan Allah yang mutlak. Dalam ayat-ayat Al-Quran, keesaan ini sering ditegaskan, seperti dalam Surat Al-Ikhlas: “Katakanlah (Muhammad): Dialah Allah, Yang Maha Esa.” Angka 1 dalam Islam bukan hanya sekadar angka, tetapi sebuah simbol ketunggalan yang merangkum seluruh wujud dan keberadaanNYA.
Makna Angka 1 dalam budaya atau filosofi Jawa melambangkan kesatuan dan awal dari segala sesuatu. Dianggap sebagai simbol keutuhan, angka ini mencerminkan pemimpin yang mampu menyatukan dan memulai perjalanan baru.
Dalam konteks Pilkada, calon dengan nomor 1 sering dianggap sebagai sosok yang terdepan, memimpin dengan tujuan membawa perubahan dan kemajuan.
Di Jawa, filosofi satu juga berkaitan dengan ajaran spiritual, di mana semua hal bermula dari satu titik, kemudian berkembang menjadi banyak.
“Dengan demikian, seorang calon pemimpin yang terpilih dengan nomor satu ini diharapkan mampu menjadi penggerak utama perubahan yang membawa berbagai gagasan baru ke depan di Kabupaten Kobar,” ungkap Ketua Aliansi Masyarakat Kobar.
(man)











