PANGKALAN BUN – Anggota DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) dari fraksi Golkar, Muhammad Yasir Fajar Afrijal, menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun generasi muda yang kompeten dan berdaya saing.
Menurut Yasir, pemuda adalah aset berharga yang harus didukung dengan pendidikan yang baik agar dapat menghadapi tantangan global.
“Pendidikan adalah kunci. Tanpa pendidikan yang layak, pemuda kita akan sulit bersaing di era globalisasi ini,” ujarnya, Jumat 27 September 2024.
Yasir menjelaskan bahwa meskipun telah banyak kemajuan dalam bidang pendidikan di Kotawaringin Barat, masih ada tantangan besar yang harus diatasi. Salah satunya adalah akses pendidikan yang belum merata di beberapa daerah terpencil.
“Meski banyak sekolah sudah dibangun, masih ada daerah-daerah yang belum mendapatkan perhatian maksimal dalam hal fasilitas belajar,” katanya.
Sebagai wakil rakyat, Yasir mendorong pemerintah daerah untuk lebih fokus meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah yang sulit dijangkau. Ia berharap setiap anak di Kotawaringin Barat mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas.
“Kita harus memastikan bahwa semua anak, baik di kota maupun di pelosok, bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” imbuhnya.
Selain itu, Yasir juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas tenaga pengajar. Menurutnya, guru yang berkualitas akan berdampak besar pada hasil belajar siswa. Untuk itu, ia mengusulkan adanya program pelatihan rutin bagi para guru.
“Guru harus terus mengikuti perkembangan zaman dan metode pendidikan yang terus berubah. Pelatihan dan pengembangan kompetensi guru sangat penting agar mereka bisa memberikan yang terbaik untuk siswa,” ujarnya.
Yasir juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas program-program beasiswa dan bantuan pendidikan bagi siswa berprestasi serta keluarga kurang mampu. Namun, menurutnya, program tersebut harus dibarengi dengan peningkatan mutu pendidikan.
“Program beasiswa memang membantu, tetapi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Jangan hanya fokus pada jumlah, tetapi juga pada mutu,” tegasnya.
Di luar pendidikan formal, Yasir juga mendorong pemuda untuk aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mengasah keterampilan soft skills mereka, seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerjasama tim.
“Pendidikan bukan hanya soal belajar di kelas, tetapi juga pengalaman hidup yang akan membentuk karakter dan kepribadian seseorang,” ungkap Putra Sulung Hj.Nurhidayah.
(man)











