JAKARTA– Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI Mukhtarudin mendorong pemerintahan Prabowo segera melaksanakan reformasi harga kebijakan subsidi energi.
Politisi Dapil Kalimantan Tengah ini berharap kedepannya ada penyesuaian harga energi efisien yang dapat mencerminkan biaya sebenarnya.
“Sehingga bisa mengurangi subsidi untuk energi berbasis fosil dan mendorong pengembangan energi alternatif,” beber Mukhtarudin, Sabtu 26 Oktober 2024.
Anggota Komisi XII DPR RI ini menjelaskan berdasarkan perjanjian iklim paris 2015, 190 negara telah menyampaikan janji untuk mengurangi emisi karbon dan gas rumah kaca.
“Jadi, saya kira menyelaraskan harga energi dengan target mitigasi merupakan hal yang penting untuk membuat kemajuan dalam mencapai janji-janji tersebut,” imbuh Mukhtarudin
Apalagi, kata Mukharudin, Indonesia tengah menempuh upaya nyata demi mencapai target penurunan emisi maupun netralitas karbon yang ditargetkan akan tercapai di 2060 atau lebih cepat.
Artinya, Mukhtarudin mengingatkan komitmen kuat Indonesia yang turut andil dalam menanggulangi perubahan iklim tersebut harus diperkuat lagi oleh pemerintahan kabinet Merah-Putih Prabowo Gibran.
Mukharudin bilang penyesuaian harga energi penting dalam proses transisi energi menuju pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
“Oleh karena itu, kebijakan terkait harga energi ini diharapkan dapat mendukung terciptanya keberlanjutan industri migas nasional sekaligus mewujudkan ketahanan energi Nasional,” pungkas Mukhtarudin.
Komitmen Raih Swasembada Energi
Presiden Prabowo Subianto meminta kabinetnya bersinergi untuk dapat meraih swasembada energi di era kepemimpinannya selama periode 2024-2029 mendatang.
Menurut Presiden Prabowo hal itu dibutuhkan berkaca dari kondisi geopolitik global yang masih tidak menentu sehingga kemandirian dari sisi energi diperlukan oleh Indonesia agar dapat bertahan di situasi yang masih tidak menentu saat ini.
Selain energi, swasembada pangan dan air juga menjadi salah satu dan 17 program prioritas Prabowo dalam kepemimpinannya di bawah visi Asta Cita.
“Hilirisasi sumber daya menjadi cara dan kunci agar swasembada pangan, energi, maupun air bisa tercipta di Indonesia sehingga nantinya masyarakat bisa menikmati secara langsung manfaat dari hasil sumber daya itu,” kata Prabowo Subianto.
(Adista)











