SAMPIT – Memasuki musim penghujan, Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Devi, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan karena Bulan Desember masih terjadi hujan.
“Pemerintah maupun masyarakat harus waspada terhadap banjir susulan karena Desember ini masih sering hujan,” kata Devi, Senin 2 Desember 2024.
Selain itu, ia juga meminta perusahaan besar swasta (PBS) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mereka untuk lebih peduli dalam mengantisipasi bencana banjir wilayah Cempaga, Cempaga Hulu dan sekitarnya.
“Salah satu langkah antisipasi yang perlu segera dilakukan adalah membersihkan sungai atau drainase yang tersumbat oleh sampah atau material lain yang menghambat aliran air. Ini harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah dan PBS,” ujar Dewan dari Dapil 4 ini.
Devi juga menyoroti pentingnya pemerintah bergerak cepat menangani masalah ini. Ia mengungkapkan bahwa upaya relokasi warga di kawasan rawan banjir pernah diusulkan, tetapi mengalami hambatan akibat penolakan dari warga.
“Kita memahami bahwa beberapa warga menolak relokasi karena sudah terbiasa tinggal di lokasi tersebut. Namun, kita harus tetap mencari solusi terbaik untuk mereka,” tambahnya.
Devi berharap langkah antisipasi dapat segera direalisasikan, mengingat curah hujan yang terus meningkat. Jika tidak segera diatasi, dikhawatirkan banjir susulan akan kembali terjadi dan merugikan masyarakat luas.
Diketahui bahwa banjir di Kotim yang melanda Desa Sei Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu, kini berangsur surut. Hal itu dikatakan Kades Andreka Setiadi dan harapkan pembersihan aliran sungai segera dilakukan.
Andreka pun menjelaskan jumlah warga yang terdampak banjir yang terjadi selama beberapa hari tersebut.
“Saat ini banjir masih terjadi di Desa Sei Ubar Mandiri, yang mana sebanyak 148 Kepala Keluarga yang terdanpak,” jelasnya, Senin 2 Desember 2024.
(nardi)











