SAMPIT – Pelayanan integrasi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Sampit menjadi salah satu momen yang paling dinantikan.
Bagi kebanyakan WBP, ini adalah kesempatan emas untuk kembali ke masyarakat, bersama keluarga, dan memulai hidup baru. Program ini mencakup berbagai aspek penting seperti Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Bersyarat (CB), Cuti Menjelang Bebas, Cuti Mengunjungi Keluarga, dan Asimilasi yang memberikan harapan bagi mereka yang berusaha memperbaiki diri.
“Saya sudah menunggu kesempatan ini lama, bagi saya ini bukan hanya soal kebebasan tetapi kesempatan untuk membuktikan kepada keluarga bahwa saya bisa berubah. Program ini memberi saya harapan untuk kembali ke kehidupan normal,” ucap salah satu warga binaan.
Begitu banyak harapan yang terkandung dalam proses ini, bukan hanya untuk WBP, tetapi juga bagi keluarga mereka yang sudah lama menunggu.
Petugas di Lapas Sampit pun sangat memahami betapa pentingnya layanan ini bagi WBP dan keluarganya.
“Setiap permohonan yang kami terima pasti kami periksa dengan cermat, karena ini bukan hanya soal memenuhi prosedur, tetapi tentang memberikan kesempatan bagi mereka yang benar-benar siap untuk reintegrasi ke masyarakat,” ujar Ahmad Subari, salah satu petugas yang terlibat dalam proses pelayanan integrasi.
Para pegawai Lapas Sampit ini bekerja dengan penuh tanggungjawab, memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil akan membawa dampak positif bagi WBP dan keluarga mereka.
Layanan ini tidak hanya sekadar memberikan izin, tetapi juga merupakan bagian dari proses pembinaan yang lebih besar. Di Lapas Sampit, setiap langkah yang diambil adalah upaya untuk membangun kembali kepercayaan dan memastikan bahwa WBP siap untuk melangkah ke kehidupan yang lebih baik.
Dengan pelayanan yang transparan dan profesional, Lapas Sampit berkomitmen untuk menjadi tempat yang mendukung perubahan dan memberikan peluang kedua bagi setiap individu yang berada di dalamnya.(BS-01)











