RSUD dr Murjani Sampit Dikecam! Mulai dari Praktik Jual Beli Nomor Antrean Hingga Biaya Ambulans

SAMPIT – Salah satu warga Kotawaringin Timur (Kotim) menyebutkan adanya dugaan praktik jual-beli nomor antrean di RSUD dr Murjani Sampit dengan tarif tertentu.

Salah seorang warga menyebut adanya oknum yang meminta bayaran sebesar Rp50 ribu untuk mendapatkan nomor antrean.

Keluhan tersebut disampaikan karena warga merasa prihatin dengan pasien yang kesulitan mendapatkan nomor antrean akibat keterbatasan biaya.

“Ada oknum yang menjual nomor antrean dengan harga minimal Rp50 ribu. Padahal pasien itu hanya ingin kontrol pengobatan. Jika ada uang, dilayani, tapi kalau tidak ada, tidak bisa. Saya merasa kasihan dengan kondisi ini,” ujar salah satu warga, Aguswati, Kamis 19 Desember 2024.

Masyarakat berharap praktik semacam ini tidak terulang lagi dan pihak berwenang segera menertibkan serta menindaklanjuti keluhan tersebut agar tidak merugikan pasien, terutama mereka yang kurang mampu.

Keluhan lainnya terkait pelayanan RSUD dr Murjani Sampit juga datang terkait layanan ambulans di RSUD dr Murjani Sampit. Seorang warga menyampaikan kekecewaannya atas pungutan biaya ambulans saat membawa jenazah ke rumah duka.

“Saat kami membawa jenazah pulang dari RSUD dr Murjani, dimintai biaya sekian. Padahal kami sudah dalam keadaan berduka,” ujar seorang warga bernama Mustadi.

Masyarakat berharap pihak RSUD dr Murjani segera memperbaiki pelayanan untuk menjawab keluhan yang terus bermunculan agar pelayanan kesehatan lebih transparan dan tidak membebani pasien, pasalnya pelayanan di rumah sakit tersebut selama ini seakan tak kunjung mampu diselesaikan lantaran berbagai persoalan hingga kini terus terjadi seperti antrean yang sering di cancel, jam pelayanan bagian administrasi di poli hanya sampai pukul 11.00 WIB, antrean yang cukup lama, hingga kepada persoalan satpam yang jarang ramah dengan pasien atau keluarga pasien.

baca juga ...  Pemkab Kotim Klaim Belum Terima Laporan Warga Terkait HGU PT BUM Caplok Lahan Warga

(Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!