SAMPIT – Kerusakan parah pada jalan menuju Desa Terantang, Kecamatan Seranau, dari Tjilik Riwut Sampit Kotawaringin Timur (Kotim), disebabkan oleh musim hujan bertepatan dengan proses perbaikan jalan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim.
Yoan, warga Desa Terantang, mengeluhkan bahwa kerusakan jalan semakin meluas akibat intensitas hujan yang tinggi.
“Kerusakan jalan makin parah. Banyak pedagang sayur dan warga yang jatuh karena jalan berlumpur,” ujarnya, Rabu 25 Desember 2024.
Jalan tersebut merupakan akses utama bagi warga untuk menuju Kota Sampit, mengangkut hasil pertanian, dan aktivitas sehari-hari lainnya.
Proyek perbaikan jalan ini dikerjakan oleh CV Karya Abadi Sentosa dengan anggaran Rp239 juta dan durasi pekerjaan 80 hari, dari 26 September hingga 14 Desember 2024. Namun, kondisi cuaca menjadi tantangan besar, membuat jalan berlumpur dan sulit dilalui.
Keluhan serupa juga disampaikan seorang guru yang setiap hari harus melewati jalan rusak itu untuk mengajar.
“Kami sering terjebak lumpur dan harus mendorong motor. Jalan ini satu-satunya akses ke sekolah,” ungkapnya.
Tidak hanya guru, tenaga kesehatan yang bertugas di desa tersebut juga mengalami kesulitan serupa. Mereka harus melewati kubangan lumpur untuk melayani masyarakat setempat.
Berdasarkan pantauan, kerusakan parah terjadi di dua titik jalan tersebut, dengan kondisi berlumpur dan licin. Hal ini mempersulit mobilitas warga, termasuk guru dan tenaga kesehatan yang harus menjalankan tugas mereka.
Warga berharap pemerintah segera memberikan solusi konkret untuk memperbaiki jalan tersebut secara menyeluruh.
“Kami ingin pemerintah benar-benar memperhatikan masalah ini. Jika bisa, jalan diaspal agar lebih awet dan tidak terus-menerus rusak saat hujan,” tambah Yoan.
Dengan kerusakan jalan yang semakin meluas, warga berharap Pemkab Kotim dapat segera menyelesaikan persoalan ini, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal tanpa hambatan.
(nardi)











