PANGKALAN BUN – Sekitar 1.200 hektare Hutan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), yang telah menjadi habitat/rumah ribuan Orangutan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan Seruyan Kalteng, terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dari insiden karhutla tersebut dikabarkan keberadaan Orangutan masih aman.
Direktur Orangutan Foundation International (OFI), Frederick Pahlerang Bohap Galdikas, melalui Manager OFI, Dudy Kurniawan saat dikonfirmasi, Rabu 9 September 2026, mengatakan bahwa Tim Satgas OFI secara bersama-sama telah melakukan Operasi Pemadaman Karhutla di Hanau dan Natai Lengkuas SPTN Wilayah I Tanjung Puting Pembuang Hulu Kabupaten Seruyan.
“Untuk antisipasi kami juga telah menyiagakan Tim Satgas Karhutla dari personil OFI dan kelengkapan peralatan untuk penanggulangan karhula diwilayah lokasi wisata hutan Camp Leakey dan sekitarnya,” katanya.
Dudy Kurniawan juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Menteri Kehutanan yang telah memberi bantuan kepada OFI melalui Balai KSDA Kalteng seperangkat Pompa Pemadam Kebakaran dan Peralatannya, untuk Penangananan Satwa Liar yang terdampak karhutla di TNTP.

Sementara itu, Kepala Balai TNTP Yohan Hendratmoko, menyampaikan kawasan TNTP yang mulai terbakar saat ini berada di desa Sungai Cabang dan Tanjung Pulau. Lokasi yang terbakar merupakan areal bergambut dan rawa, sehingga tim terus berupaya agar api tidak menyebar luas.
” Kawasan TNTP yang masuk dalam administrasi wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat yang terbakar saat ini luasnya mencapai 1.200 hektare, kami sangat mengharapkan segera ada bantuan Helikopter Water Bombing, agar titik api tidak meluas di hutan TNTP,” pungkas Yohan Hendratmoko. (man)











