Air Bersih Pedesaan Kurang, DPRD Kalteng: Harus Jadi Perhatian Pemerintah ke Depan

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Wakil Ketua III DPRD Kalteng. Junaidi.

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, menyoroti krisis air bersih di kawasan pedesaan yang dinilai harus menjadi perhatian serius pemerintah ke depan.

​Kondisi tersebut menyusul fenomena El Nino yang kuat, memicu kekeringan di beberapa wilayah Kalteng, serta diperparah oleh pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

​Meski demikian, Junaidi menyatakan bahwa saat ini fokus utama pemerintah dan para pemangku kepentingan masih dicurahkan pada penanganan darurat karhutla.

“Kita kan konsentrasi ke karhuta dulu. Masalah penanganan air bersih untuk konsumsi masyarakat memang itu harus menjadi perhatian pemerintah untuk ke depannya,” kata Junaidi, 19 September 2026.

Ia berharap upaya penanggulangan karhutla ini bisa berjalan maksimal. Meskipun memadamkan seluruh titik api di lahan gambut bukan hal yang mudah, langkah penanganan yang ada setidaknya mampu mengurangi dampaknya secara signifikan.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng terus bergerak cepat mengatasi krisis air akibat kemarau panjang. Berdasarkan data hingga 16 September 2026, Pemprov Kalteng tercatat telah menyalurkan total 1.859.450 liter air bersih kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.

Khusus pada 16 September 2026, distribusi air bersih mencapai 115.100 liter yang menyasar 10 kabupaten. Berikut rincian penyaluran air bersih di beberapa wilayah:
• Kabupaten Kotawaringin Timur: Desa Jaya Karet (13.200 liter), Desa Parebok (13.200 liter), Desa Basawang (2.200 liter), Desa Kuin (2.200 liter), dan Desa Sebamban (5.000 liter).
• Kabupaten Kotawaringin Barat: Desa Natai Baru (3.000 liter), Desa Pangkalan Satu (5.000 liter), dan Desa Pandu Sanjaya (12.000 liter).
• Kabupaten Seruyan: Desa Terawan (1.200 liter) dan Desa Sembuluh II (2.300 liter).
• Kabupaten Gunung Mas: Desa Tumbang Pajangei, Kecamatan Tewah (8.000 liter).
• Kabupaten Barito Timur: Bantai Karau, Kecamatan Dusun Tengah RT 14 (5.000 liter).
• Kabupaten Barito Utara: Kelurahan Lanjas (4.000 liter).
• Kabupaten Sukamara: Desa Laman Baru (12.000 liter) dan Desa Ajang (2.400 liter).
• Kabupaten Katingan: Kelurahan Kasongan Baru untuk 50 KK (1.200 liter) dan Kelurahan Kasongan Lama untuk 110 KK (1.200 liter), Kecamatan Katingan Hilir.
• Kabupaten Lamandau: Menjadi salah satu wilayah dengan distribusi terbesar, yaitu 20.000 liter ke Kelurahan Nanga Bulik, Kecamatan Bulik. Air ini diperuntukkan bagi 13 KK serta mendukung kebutuhan operasional di SMPN 4 dan SMKN 1 Bulik.
• Kabupaten Kapuas: Desa Buhut Jaya, Kecamatan Kapuas Tengah (2.000 liter).
Penyaluran air bersih ini masih terus berjalan seiring tingginya kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

(Syauqi)

baca juga ...  Masyarakat Gunung Mas Usulkan Percepatan Hingga Pemberantasan Narkoba
Bagikan:
Berita Populer