Pengerjaan Jalan Penghubung Sukamara-Ketapang Dikebut, Target Akhir 2026 Dilalui Kendaraan Roda Empat

ENN/BERITASAMPIT - Bupati Sukamara, Masduki, Komisi IV DPRD Ketapang, Nasdiansyah, Kepala Dinas PUPR Ketapang, Dennery saat melihat progres pembangunan jalan penghubung Ketapang-Sukamara.

SUKAMARA – Upaya mempercepat konektivitas antara Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar) kembali didorong. Pemerintah Kabupaten Sukamara dan Pemerintah Kabupaten Ketapang berkoordinasi untuk mempercepat penyelesaian jalan penghubung kedua wilayah yang selama ini belum berfungsi secara maksimal.

Hal tersebut mengemuka saat Bupati Sukamara, Masduki, menerima kunjungan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ketapang, Dennery, bersama anggota DPRD Kabupaten Ketapang Komisi IV, Nasdiansyah, Kamis 24 September 2026.

Kunjungan tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi jalan penghubung, khususnya akses dari wilayah Ketapang menuju Sukamara.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ketapang, Dennery, mengatakan jembatan Jelai tersebut telah dibangun sejak sekitar 20 tahun lalu. Namun hingga kini, konektivitas jalan yang menghubungkan kedua wilayah belum sepenuhnya berfungsi dan baru dapat dilalui kendaraan roda dua.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Ketapang terus mengupayakan agar akses dari arah Ketapang dapat segera ditingkatkan sehingga pada akhir 2026 sudah bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Kami upayakan akhir tahun ini kendaraan roda empat sudah bisa melintas. Walaupun sekarang baru sepeda motor yang bisa lewat, karena jalan dan jembatan ini menghubungkan Kabupaten Sukamara dengan Kabupaten Ketapang menjadi jalur lintas provinsi Kalteng-Kalbar,” ujar Dennery.

Ia menyebut, saat ini masih terdapat sekitar satu kilometer ruas yang perlu dituntaskan agar akses tersebut dapat terhubung secara lebih baik.

“Tinggal satu kilometer lagi. Kami terus memacu bersama teman-teman di DPRD Ketapang,” katanya.

Dennery juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Sukamara yang dinilai terus mendorong agar akses penghubung Sukamara-Ketapang tersebut dapat segera tersambung dan difungsikan.

Menurutnya, keberadaan akses tersebut tidak hanya berkaitan dengan konektivitas antarwilayah, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi di kedua daerah.

baca juga ...  Kejari Sukamara Raih Peringkat III Program Eksaminasi Umum Berkas Perkara 2020

Sementara itu, Bupati Sukamara Masduki mengatakan pertemuan dengan jajaran Pemkab Ketapang tersebut menjadi momentum penting dalam upaya mewujudkan konektivitas Kalteng-Kalbar melalui jalur Sukamara-Ketapang.

Ia menyebut, setelah sekitar 20 tahun sejak jembatan Jelai dibangun, kini terdapat dorongan bersama dari kedua daerah agar jalan penghubung tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Ini merupakan sejarah, jalan penghubung Kalteng-Kalbar atau Sukamara-Ketapang bisa terhubung setelah 20 tahun. Masyarakat Sukamara dan masyarakat Ketapang bisa segera menggunakan jalan ini,” kata Masduki.

Masduki menjelaskan, pembangunan jalan penghubung dari arah Ketapang pada tahun ini mulai menunjukkan perkembangan. Meski belum maksimal, ruas tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua.

Kondisi tersebut, lanjutnya, akan terus didorong agar akses dapat ditingkatkan sehingga kendaraan roda empat juga bisa melintas.

“Setelah 20 tahun jembatan Jelai dibangun, tetapi jalan yang menghubungkannya belum dapat diakses. Tahun ini pembangunan jalan penghubung dari arah Ketapang sudah bisa diakses, walaupun belum maksimal dan baru sepeda motor. Ini yang terus kami dorong,” ujarnya.

Menurut Masduki, tersambungnya jalan tersebut akan memberikan dampak yang lebih luas bagi kedua wilayah, terutama dalam memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang dan membuka akses ekonomi baru.

“Karena jalan dan jembatan ini bisa meningkatkan perekonomian dua wilayah,” pungkasnya. (enn)

Bagikan:
Berita Populer