Pulang Pisau Pelajari Tata Kelola Karbon ke Katingan, Bidik Peluang PAD dari Pelestarian Hutan

DENNY/BERITASAMPIT - Wabup Jayadikarta didampingi DLHK Pulpis dalam kunjungan kerja ke DLHK Katingan.

PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mulai menjajaki peluang ekonomi karbon melalui pertukaran pengalaman dengan Pemerintah Kabupaten Katingan. Langkah ini dilakukan untuk mempelajari tata kelola karbon yang berpotensi memberi nilai ekonomi bagi daerah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Penjajakan tersebut dilakukan Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta, saat berkunjung ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Katingan. Dalam kunjungan itu, kedua pemerintah daerah membahas pengelolaan karbon, peluang kerja sama dengan perusahaan, serta pemanfaatan potensi sumber daya alam secara berkelanjutan.

Kepala DLHK Kabupaten Pulang Pisau, Godfridson, turut mendampingi kunjungan bersama Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Kehutanan, Nisfu Kusumarestu. Rombongan diterima Asisten I Kabupaten Katingan, Kalpin, Asisten III Kabupaten Katingan, Sawun, serta Kepala DLHK Kabupaten Katingan, Yobie Sandra.

Godfridson, Rabu 28 Oktober 2026, menjelaskan pertukaran pengalaman dengan Kabupaten Katingan menjadi kesempatan bagi Pulang Pisau untuk mempelajari berbagai aspek pengelolaan karbon sebelum menentukan langkah pengembangannya di daerah. Menurutnya, pemahaman mengenai tata kelola, mekanisme pelaksanaan, dan peluang kemitraan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan program tersebut.

“Pengembangan ekonomi karbon memerlukan persiapan dan pemahaman yang menyeluruh. Kami ingin mempelajari bagaimana potensi lingkungan dapat dikelola secara tepat sehingga upaya menjaga kelestarian alam juga berpeluang memberikan manfaat ekonomi bagi daerah dan masyarakat,” ujar Godfridson.

Sementara itu, Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan langkah awal untuk menggali peluang pengelolaan karbon di Kabupaten Pulang Pisau, termasuk kemungkinan menjalin kerja sama dengan perusahaan. Potensi tersebut perlu dikaji secara cermat agar pengelolaannya memiliki arah yang jelas dan dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Secara umum, ekonomi karbon berkaitan dengan upaya mengurangi emisi gas rumah kaca atau meningkatkan penyerapan karbon yang dapat menghasilkan nilai ekonomi melalui mekanisme yang berlaku. Namun, pelaksanaannya membutuhkan kajian potensi, pengukuran dan verifikasi, kepastian tata kelola, serta pemenuhan ketentuan yang berlaku. Karena itu, peluang peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu ditelaah berdasarkan kelayakan dan skema kerja sama yang dapat diterapkan.

baca juga ...  Bupati Pulang Pisau Ingatkan Pentingnya Respons Cepat Hadapi Karhutla

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berupaya memperluas referensi dalam merancang pengelolaan karbon yang sesuai dengan kondisi daerah. Pengalaman Kabupaten Katingan diharapkan menjadi bahan pembelajaran untuk mengidentifikasi potensi, menyiapkan mekanisme pengelolaan, dan menjajaki kemitraan yang dapat menyelaraskan perlindungan lingkungan dengan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (denny)

Bagikan:
Berita Populer