PALANGKA RAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah (KPwBI Kalteng) bersinergi dengan para pemangku kepentingan menyelenggarakan kegiatan Doa dan Dzikir Bersama bertema “Meneladani Rasulullah SAW: Hidup Halal, Berkah, dan Penuh Manfaat” di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, Rabu 28 Oktober 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Berkah (Bergerak Menuju Kemandirian Ekonomi dan Halal) untuk memperkuat literasi ekonomi dan keuangan syariah sekaligus menumbuhkan nilai spiritual, kepedulian sosial, dan kemaslahatan masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 613 peserta yang berasal dari unsur pemerintah daerah, lembaga keagamaan, instansi terkait, perbankan syariah, pondok pesantren, kelompok tani, UMKM binaan Bank Indonesia, relawan karhutla, dan masyarakat umum.
Turut hadir perwakilan Gubernur Kalteng dan Wali Kota Palangka Raya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Tengah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan selawat Al-Habsyi dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Pemerintah Daerah, Ketua MUI Provinsi Kalimantan Tengah, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah.
Selanjutnya, kegiatan diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Habib Husein Ja’far yang mengajak peserta untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW serta menerapkan prinsip hidup halal, keberkahan, dan kemaslahatan dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang tidak hanya menekankan aspek ekonomi, tetapi juga menjunjung tinggi etika, keadilan, kepedulian, dan kemaslahatan bersama.
Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias mengatakan, bahwa melalui Program BERKAH, Bank Indonesia terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai gaya hidup halal (halal lifestyle) serta penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang melanda Kalimantan Tengah,” ucapnya.
Sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian terhadap para pihak yang terlibat langsung dalam penanganan upaya penanggulangan bencana, Bank Indonesia menyerahkan bantuan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
“Bantuan tersebut berupa sarana operasional pemadaman, perlengkapan keselamatan bagi petugas, serta logistik operasional guna menunjang efektivitas penanganan di lapangan,” tambahnya.
Pemberian bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi para relawan dan petugas dalam menjalankan tugas kemanusiaan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, MUI, KDEKS, MES, Baznas, Kementerian Agama, Perguruan Tinggi, perbankan syariah, dan berbagai mitra strategis lainnya untuk memperluas literasi ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Tengah,”lanjutnya.
Edukasi melalui masjid, pondok pesantren, komunitas, kelompok tani, dan UMKM binaan diharapkan dapat mendorong penerapan prinsip halal dalam aktivitas konsumsi, produksi, dan transaksi masyarakat.
“Melalui Program BERKAH, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang berdaya saing serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Penguatan nilai spiritual, kemandirian ekonomi, dan kepedulian sosial diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya masyarakat Kalimantan Tengah yang lebih sejahtera, tangguh, dan berkelanjutan,” ungkapnya. (yud)











