Petani Kotim Mulai Siapkan Lahan, Musim Tanam Ketiga Bergeser ke November

NARDI/BERITASAMPIT - Kegiatan menanam padi digelar Dinas Pertanian beberapa waktu lalu.

SAMPIT – Petani padi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai mempersiapkan lahan untuk menghadapi musim tanam berikutnya. Meski hujan sudah turun di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir, aktivitas penanaman masih menunggu kondisi cuaca dan ketersediaan air yang lebih stabil.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim Yephi Hartady Periyanto mengatakan, berdasarkan laporan penyuluh pertanian lapangan (PPL), sejumlah petani sudah mulai melakukan persiapan pengolahan lahan.

Selain itu, pengajuan program optimalisasi lahan (oplah) juga mulai kembali berjalan sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan produksi pertanian.

Namun, hujan yang turun belakangan ini belum bisa dijadikan patokan untuk memulai penanaman secara langsung. Petani masih perlu melihat perkembangan curah hujan agar proses tanam tidak terkendala kekurangan air.

“Kalau ada hujan satu sampai dua kali, sebenarnya kondisi di lapangan bagus. Cuma tidak bisa menjadi dasar bagi petani untuk langsung segera mengolah lahan. Hujannya juga relatif masih belum stabil,” ujar Yephi, Selasa 3 November 2026.

Ia menjelaskan, ketika curah hujan mulai konsisten dan kondisi lahan memungkinkan, petani akan segera melanjutkan persiapan hingga masuk tahap penanaman.

Dari sisi dukungan infrastruktur, DPKP Kotim memastikan sejumlah sarana dan prasarana pertanian telah dipersiapkan. Petani juga tidak sepenuhnya bergantung pada hujan karena tersedia dukungan teknologi pengairan, seperti irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan yang sudah dapat difungsikan.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan membantu petani memenuhi kebutuhan air selama proses pengolahan lahan hingga masa tanam, terutama ketika curah hujan belum sepenuhnya merata.

“Kalau untuk kesiapan, karena memang kita sangat menantikan hujan. Tantangan mungkin tidak banyak, karena sarana dan prasarana maupun infrastruktur sudah diposisikan siap. Pembukaan lahan ini tidak cuma mengandalkan alam, tapi juga kita melakukan rekayasa teknologi,” jelasnya.

Di sisi lain, kemarau panjang yang sebelumnya melanda Kotim turut memengaruhi jadwal musim tanam ketiga tahun ini. Periode tanam yang biasanya mulai berlangsung pada Oktober diperkirakan mengalami pergeseran ke November.

Meski demikian, pelaksanaannya tidak akan berlangsung secara bersamaan di seluruh wilayah. Petani diperkirakan mulai menanam secara bertahap menyesuaikan kondisi lahan dan kesiapan masing-masing.

Yephi menyebut, sebagian petani kemungkinan baru akan memulai penanaman pada Desember. Dengan demikian, proses tanam akan berlangsung secara bergiliran atau estafet, bukan serentak dalam satu bulan.

“Kami meyakini penanaman juga tidak langsung serempak. Ini nanti bergilir, estafet sifatnya. Bukan berarti November semua langsung menanam, petani juga ada yang baru bertanam pada Desember. Jadi bergiliran seperti itu,” ungkapnya. (Nardi)



baca juga ...  Umar Kaderi Resmi Jabat Sekda Kotim, Siap Genjot PAD di Tengah Efisiensi Anggaran
Bagikan:
Berita Populer